tki ilegal batam

156 TKI Ilegal Disekap di Ruko Kontraktor

BATAM — Jajaran kepolisian bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kota Batam menggerebek ruko samping Rumah Makan Sederhana di Komplek Tanjungpantun Blok T No 8, Seijodoh, Batam, Selasa (17/11/2015) malam. Sebanyak 156 orang yang diduga merupakan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal diamankan dalam penggerebekan itu.

Para calon TKI ilegal berasal dari Pulau Jawa tersebut hanya bisa pasrah saat diamankan petugas. Mereka ditampung di ruko dengan plang PT Batam Bintan Indonesia (BBI) dan PT Batam Expresco, perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor, developer, ekspor-impor, dan jasa lainnya.

Di satu ruang ruko, calon TKI yang terdiri dari 93 laki-laki dan 63 perempuan ini ditempatkan dalam satu ruangan. Mereka berjejal di ruangan itu, beralaskan tikar dan spanduk bekas.

Kabid Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Maudy Vera mengatakan, para calon TKI ilegal itu bisa dikategorikan sebagai korban traficking.

“Selain itu dokumen yang tidak ada serta pengakuan mereka yang belum tahu akan dipekerjakan sebagai apa, mereka adalah korban traficking,” ujarnya.

Batam sudah seperti surga bagi para TKI ilegal. Beberapa kali keberangkatan TKI ilegal ke Malaysia dan Singapura lewat Batam berhasil digagalkan.

Kepala Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kepri, Kombes Suyanto menilai, problematika TKI ilegal di Batam terjadi karena ulah segelintir pihak yang tak bertanggung jawab, terutama para tekong. Mereka mengiming-imingi warga kurang mampu dengan pekerjaan di luar negeri dan gaji tinggi jika di kurskan ke dalam mata uang rupiah.

Para tekong ini hanya mengejar keuntungan semata. Apalagi para TKI yang dipekerjakan ke luar negeri adalah mereka yang tidak memiliki skill dan ketrampilan. Banyak di antara para TKI ini yang masuk ke luar negeri dengan memanfaatkan visa perjalanan.

“Setelah visa habis, mereka tak kembali ke Indonesia, sehingga memicu masalah,” ujarnya.

Batam menjadi daerah yang mendapatkan pengawasan ekstra, karena daerah ini sering dimanfaatkan TKI tanpa dokumen resmi ke luar negeri. Maraknya pengiriman TKI ke luar negeri lewat Batam memicu menjamurnya tempat-tempat penampungan sebelum para TKI diberangkatkan.

BP3TKI Tanjungpinang mengungkap, sedikitnya 500 orang TKI ilegal dideportasi dari Malaysia setiap minggunya. “Kami sering mendapati TKI yang dideportasi dari Malaysia itu tidak mempunyai kelengkapan dokumen,” ungkap Lilis, perwakilan BP3TKI Tanjungpinang.




One thought on “156 TKI Ilegal Disekap di Ruko Kontraktor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *