loading...
197.701 Liter Solar Selundupan dari Malaysia Digagalkan | We Give The Real Solutions

197.701 Liter Solar Selundupan dari Malaysia Digagalkan

KARIMUN – Barang selundupan dari Malaysia ke Indonesia makin beragam. Tidak hanya narkoba, kini penyelundupan sudah merambah Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Jika dulu BBM diselundupkan dari Indonesia keluar, sekarang sebaliknya, diselundupkan ke Indonesia.

Sabtu (16/1/2016), Kanwil Khusus Bea dan Cukai Kepri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan solar dari Malaysia ke Indonesia. Sebuah kapal motor tanker pembawa solar sebanyak 197.701 liter diamankan di perairan Tanjungsengkuang, Batuampar, sebelah utara Batam.

“Saat ini motor tanker (MT) An Hock berbendera Mongolia masih diamankan di dermaga Bea dan Cukai Kepri di Tanjungbalai Karimun untuk penyelidikan lebih lanjut,” kada Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Khusus Bea dan Cukai Kepri R Evy Suhartantyo di Karimun, Rabu (20/1/2016).

Petugas sudah memantau tanker itu sejak bertolak dari pesisir timur Malaysia. Begitu masuk perairan Batam, kapal dikejar lalu ditangkap. Barang impor itu tak dilengkapi dokumen yang sah. Petugas lalu membawa kapal beserta tujuh anak buah kapal ke dermaga Bea dan Cukai Kepri di Karimun. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ci selaku nakhoda dan Hp selaku kepala kelasi.

Penyidik masih berupaya menelusuri pemilik solar selundupan itu. Penyidik baru mendapat petunjuk kalau solar selundupan itu dibeli seorang pengusaha di Kepri. Belum diketahui apakah solar itu akan dijual lagi atau tidak.

Penyelundupan diduga dipicu harga solar di Malaysia lebih murah dibanding harga di Indonesia. Harga seliter solar di Malaysia rata-rata Rp5.600, nonsubsidi. Sedangkan solar nonsubsidi di Indonesia, seliter harganya Rp8.500. Solar nonsubsidi biasanya digunakan untuk industri, kapal-kapal, dan kendaraan bukan angkutan penumpang.

Penyelundupan solar dari Malaysia ini tergolong baru. Petugas lebih sering mengamankan kapal penyelundup bahan pangan, pakaian bekas, dan minuman kemasan dari luar negeri. Pihak kepolisian juga sering mengamankan pelaku yang membawa sabu. Rabu (20/1/2016), Satnarkoba Polresta Barelang memusnahkan barang bukti sabu seberat 747 gram. Barang haram tersebut disita dari empat pelaku yang ditangkap di sejumlah tempat di Batam dan dipasok oleh sejumlah bandar dari negara tetangga Malaysia.