Penangguhan Penahanan Usman Taufik Ditolak

TANJUNGPINANG – Polres Tanjungpinang menolak pengajuan penangguhan penahanan Usman Taufik, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Pakaian Dinas Harian (PDH) Hansip/Linmas Pemprov Kepri senilai Rp1,4 miliar dari total kontrak Rp2,9 miliar. Sebab dikhawatirkan hanya akan menghambat proses penyidikan.

“Kalau ditangguhkan, dikhawatirkan dapat menghilangkan barang bukti dan membuat proses penyidikan menjadi lama,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Kristian Siagian kepada wartawan, Jumat (29/1/2016).

Usman Taufik ditangkap tim penyidik Reskrim Polres Tanjungpinang di Wisma Pesona kamar 117, Kamis (14/1/2015) sekira pukul 02.00 dini hari. Penyidikan kasus ini sempat tertunda karena Usman Taufik maju sebagai calon Bupati pada Pilkada Kabupaten Lingga, 9 Desember 2015 lalu. Pasca-ditetapkan sebagai tersangka, ia dua kali mangkir dari panggilan Penyidik Reskrim dan kerap berpindah-pindah tempat dari Lingga, Batam, dan Tanjungpinang.

Kris menegaskan, tersangka diamankan karena dianggap tidak kooperatif. Mantan Kepala Satpol PP Provinsi Kepri ini sudah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan yang tidak jelas.

“Yang bersangkutan tidak kooperatif, sehingga terpaksa kami lakukan penangkapan,” katanya.

Setelah ditangkap, Usman Taufik lantas menjalani pemeriksaan dan langsung ditahan di Mapolres Tanjungpinang. Usman Taufik dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi, melanggar Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yakni Usman Taufik dan Muhamad Waldi selaku Direktur CV Nayla Diaya. Dalam penanganan kasus ini, polisi sudah memeriksa 40 orang saksi.

Muhamad Waldi selaku kontraktor pelaksana proyek pengadaan seragam Satpol PP Kepri menyusul Usman Taufik di tahanan pada Rabu (27/1/2016). Ia dijebloskan ke tahanansetelah memberikan keterangan tambahan kepada penyiidk.

“Waldi lebih proaktif, dia datang memenuhi panggilan kedua penyidik,” kata Kris.