Dirjen PAS berikan informasi terkait remisi

8.623 Napi Dapat Remisi

JAKARTA – Pada momentum Natal tahun ini, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan remisi hukuman kepada 8.623 orang narapidana (napi) beragama Kristen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rinciannya, 110 orang langsung dinyatakan bebas setelah menerima remisi khusus (RK) II. Sementara 8.513 lainnya hanya mendapat pengurangan hukuman atau remisi khusus (RK) I yang besarannya bervariasi, tergantung jenis kasus dan perilakunya selama menjalani masa tahanan.

”Dari 8.513 napi yang menerima RK I, 2.323 orang menerima remisi 15 hari, 5.108 orang remisi satu bulan, 866 orang remisi satu bulan 15 hari, dan 216 orang menerima remisi dua bulan,” ujar Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkumham Akbar Hadi dalam siaran persnya, Jumat (25/12/2015).

Dilihat dari persebarannya, remisi terbanyak didapatkan napi dari Nusa Tenggara Timur dengan jumlah 1.755 orang, kemudian Sumatera Utara dengan 1.595 napi dan Sulawesi Utara dengan 887 orang.

Akbar menambahkan, saat ini warga binaan yang menghuni 477 lapas dan rutan se-Indonesia berjumlah 176.413 orang, terdiri atas 118.390 narapidana dan 58.023 orang tahanan.

Menurutnya, pemberian remisi kepada para napi tersebut sudah sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, PP Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan Pertama atas PP Nomor 32 Tahun 1999, dan PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 32 Tahun 1999 dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Remisi Khusus (RK) Hari Raya terdiri atas dua kategori, yaitu RK I diberikan kepada para napi yang setelah mendapatkan RK masih menjalani sisa pidana dan RK II, di mana napi langsung bebas seusai pemberian remisi.

Remisi khusus Natal diberikan kepada narapidana beragama Kristen yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif di antaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan dan tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan atau rutan.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *