Kelompok Abu Sayyaf

Abu Sayyaf Bebaskan 10 Sandera WNI

FILIPINA — Penantian panjang keluarga korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina terbayar. Setelah lebih sebulan menjadi tawanan, 10 Warga Negara Indonesia (WNI) akhirnya dilepaskan. Tinggal 4 WNI lagi yang sedang diupayakan pembebasannya.

Kepala Kepolisian Sulu Wilfredo Cayat telah mengonfirmasi pembebasan 10 WNI tersebut, tetapi tidak memberikan perincian. Ia menjelaskan, 10 orang itu merupakan awak kru yang diculik di perairan Sulu pada 26 Maret lalu. Mereka adalah Peter Tonsen Barahama (31) asal Batuaji-Batam, Julian Philip (50) asal Tondang Utara-Minahasa, dan Alvian Elvis Peti (33) asal Kebon Bawang Tanjungpriok-Jakarta Utara. Kemudian Mahmud (32) asal Telaga Biru-Banjarmasin, Surian Syah (34) asal Kendari-Sulawesi Tenggara, Surianto (31) asal Wajo-Sulawesi Selatan, Wawan Saputra (23) asal Puncak Indah Malili-Palopo, Bayu Oktavianto (23) adal Delanggu-Jawa Tengah, Rinaldi (25) asal Tinumbu-Makassar, dan Wendi Raknadian (29).

Presiden Joko Widodo memastikan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf telah dibebaskan dan akan diterbangkan ke Jakarta pada Minggu malam. Dalam keterangan pers di Istana Bogor, Presiden Jokowi mengatakan pembebasan 10 WNI dilakukan atas kerja sama berbagai pihak, terutama pemerintah Filipina.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, kepada seluruh anak bangsa yang membantu upaya pembebasan ini baik yang formal dan informal. Ucapan terima kasih terutama saya tujukan kepada pemerintah Filipina, tanpa kerja sama yang baik, upaya pembebeasan tersebut tidak akan membuahkan hasil yang baik,” jelas Jokowi.

Sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar 14,3 miliar. Dalam keterangan pers tidak disebutkan apakah permintaan atau perusahaan pemilik kapal membayar uang tebusan tersebut. (eki)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *