Gedung KPK

Agus Rahardjo Ketua KPK

JAKARTA — Agus Rahardjo akhirnya terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemilihan yang dilakukan Komisi III DPR. Hasil pemilihan ini cukup mengejutkan, sebab Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi dan mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas yang diprediksi terpilih ternyata tersingkir.

Komisi III DPR memilih lima pimpinan KPK periode 2015-2019 dari 10 nama calon pimpinan KPK pada rapat pleno Komisi di Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta. Pemilihan dilakukan melalui mekanisme voting tertutup. Kelima nama yang terpilih tersebut Agus Rahardjo meraih suara tertinggi, 53 suara dari 54 anggota Komisi III DPR yang memberikan hak suaranya. Disusul Basaria Panjaitan (51 suara), Alexander Marwata (46 suara), Saut Sitomorang (37 suara), serta Laode Muhammad Syarif (37 suara).

Adapun lima calon pimpinan KPK lain yang gagal adalah Johan Budi (25 suara), Rabby Arya Brata (14 suara), Sujanarko (3 suara), Busyro Muqoddas (2 suara), dan Surya Tjandra (0 suara). Setelah itu, Komisi III DPR juga langsung menggelar pemilihan tahap kedua untuk memilih ketua KPK dari lima pimpinan yang terpilih. Hasilnya? Agus Rahardjo akhirnya terpilih sebagai Ketua KPK 2015-2019, mengungguli empat pimpinan KPK lain.

Agus Rahardjo adalah mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah. Basaria Panjaitan merupakan satu-satunya polwan yang menjadi capim KPK. Polwan bergelar sarjana hukum ini, saat ini mengajar di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri di Lembang. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Reskrim Polda Kepri dan berpangkat AKBP.
Alexander Marwata adalah Hakim ad hoc Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saut Situmorang adalah satu-satunya capim KPK dari kalangan Badan Intelejen Nasional. Sedangkan Laode Muhammad Syarif adalah akademisi Universitas Hasanuddin.

Ketua Komisi III DPR M Azis Syamsuddin mengharapkan para pimpinan KPK yang terpilih dapat mengemban amanat serta melakukan tugas dan kewenangannya untuk kepentingan bangsa dan negara secara objektif, transparan, dan tegas. “Banyak catatan yang diberikan kepada 10 calon saat uji kelayakan dan kepatutan. Bagi lima pimpinan terpilih, catatan-catatan itu harus diperhatikan,” katanya.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menyampaikan selamat kepada lima pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terpilih untuk masa bakti 2015-2019. Sebagai mitra penegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi, Badrodin berharap kerja sama antara Polri dengan lima pemimpin KPK yang baru bisa dilanjutkan.

“Diharapkan ke depan bisa kerja sama yang lebih erat, lebih sinergis di dalam tindak pidana korupsi, teramasuk harapan kita juga KPK lebih jaya, lebih berhasil dalam Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *