Ahli IT Ungkap Sinyal Handphone Wardiaman Dekat Jasad Korban

BATAM — Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menyidangkan perkara pembunuhan dan persetubuhan terhadap Dian Milinea Triesna Afiefa alias Nia, siswi SMAN 1 Batam dengan terdakwa Wardiaman Zebua. Sidang menghadirkan saksi ahli Pariadi, tenaga ahli di bidang teknologi informasi (IT) Mabes Polri.

Dalam kesaksiannya, Pariadi mengungkapkan adanya bukti sinyal handphone Wardiaman di sekitar jasad korban. Dari analisa Call Data Record (CDR) terungkap ada lima kali percakapan dari nomor handphone milik Wardiaman. Dua percakapan di antaranya dilakukan pada pukul 07.55 dan 08.32.

Pada pukul 07.55, nomor handphone terdakwa menelepon Joni, teman sekantor Wardiaman di PT Kinco Prima, Bengkong. Percakapan itu dilakukan tak jauh dari penemuan sepeda motor korban, hanya berjarak sekitar 0,35 kilometer.

Sedangkan pada pukul 08.32, nomor handphone terdakwa menelepon Saiful, teman sekerja sopir lori untuk mengantarkan nota barang kepada Wardiaman. Percakapan itu tak jauh dari lokasi penemuan mayat Nia. Kemudian pada pukul 09.12, nomor handphone terdakwa terlacak di kantornya, PT Holcim Sekupang.

“Posisi terdakwa berada sekitar 200 sampai 280 derajat dari posisi penemuan korban, kurang dari satu kilometer,” ungkapnya.

Jasad Nia ditemukan pada Minggu, 27 September 2015, sekitar jam 05.00 WIB. Siswi SMAN 1 Batam ini ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusuk di lehernya, di sekitar Dam Sei Ladi, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Menurut Pariadi, CDR itu dilakukan berdasarkan permintaan dari penyidik Polresta Barelang pada 28 September 2015. Pariadi tidak mengungkap hasil analisis secara teknis dengan alasan ada kode etik kerahasiaan institusi. (wan)