Akom Legowo, Setya Novanto Ketua Umum Golkar

BALI — Perhelatan Munaslub Partai Golkar akhirnya memutuskan Setya Novanto sebagai Ketua Umum, meneruskan masa bakti Aburizal Bakrie. Keputusan itu diambil pimpinan sidang setelah dengan Ade Komarudin legowo untuk tidak melanjutkan pemilihan putaran kedua.

Pada pemilihan putaran pertama, Setya Novanto unggul dengan 277 suara dari total 554 suara. Sementara 7 kandidat lainnya, Ade Komarudin mendapat 173 suara, Azis Syamsudin 48 suara, Syahrul Yasin Limpo 27 suara, Erlangga Hartarto 14 suara, Mahyudin 2 suara, Priyo Budi Santoso 1 suara, dan Indra Bambang Utoyo 1 suara.

“Munaslum memutuskan, menetapkan, Setya Novanto menjadi Ketua Umum Golkar masa bakti 2016-2019,” kata Siti Aisyah, Sekretaris Munaslub Golkar saat membacakan putusan Munaslub Golkar di Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa, 17 Mei 2016.

Pada pemilihan calon ketua umum tersebut, hanya Setya Novanto dan Ade Komarudin (Akom) yang perolehan suaranya melebihi 30 persen. Dengan perolehan tersebut, Novanto dan Akom berhak untuk maju pada pemilihan putaran kedua.

“Saya dan rekan-rekan akan memberikan support kepada Pak Novanto dan kepada pengurusnya untuk kebesaran Partai Golkar. Saya dan istri mengucapkan selamat kepada Pak Novanto untuk kebesaran Partai Golkar,” kata Akom yang disambut sorak sorai ratusan peserta Munaslub.

Sementara Novanto mengapresiasi kebesaran hati Akom yang tidak melanjutkan putaran kedua pemungutan suara.

“Bangga kepada sosok Ade Komarudin selaku Ketua DPR untuk memberikan apa yang mestinya menjadi dua putaran, tapi dengan penuh rasa rela dan kebesaran hati memberikan ini satu putaran,” kata Novanto.

Novanto juga berjanji akan merangkul seluruh calon ketua umum Golkar yang berlaga. Dia memastikan Golkar di bawah kepemimpinannya akan mendukung pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK).