Pengawalan kepada para tahanan

Bandar dan Pemilik Sabu 849 Gram Lolos dari Tuntutan Hukuman Mati

BATAM — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batam, Frihesti Gina menuntut Abu Bakar, bandar dan pemilik 849 gram sabu dengan hukuman penjara 16 tahun. Tuntutan itu dibacakan pada Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam pada Rabu, 29 Juni 2016.

“Meminta majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 dan menjatuhi hukuman 16 tahun penjara,” kata Frihesti.

Dengan tuntutan tersebut, terdakwa yang terbukti sebagai salah satu bandar besar narkoba di Batam itu lolos dari tuntutan maksimal, hukuman mati. Diprediksi, terdakwa yang membeli sabu dari Muhammad Ali seharga Rp200 juta itu juga akan lolos dari vonis hukuman mati majelis hakim.

Tuntutan ini juga tergolong ringan dibanding terdakwa lainnya dalam kasus yang sama. Oknum Polda Kepri Rolli salah satunya, dituntut 18 tahun penjara karena memiliki 174,9 gram sabu. Majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis penjara

Jaksa Frihesti mengaku tuntutan terhadap Abu Bakar sudah sesuai dengan Surat Edaran Kejaksaan Agung. “Dalam SE kita, untuk BB (barang bukti) 800 sampai 1.000 gram, tuntutannya 15 tahun. Jadi semuanya sudah sesuai,” katanya.

Dari SE itu, Egi mengaku sudah menaikkan satu tahun hukumannya. Terdakwa melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009. Tidak hanya kurungan badan, Abu Bakar juga dituntut membayar denda sebesar Rp1 miliar. Bila denda tidak dapat dibayar, maka wajib diganti dengan hukuman 1 tahun kurungan penjara. (int)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *