Beraksi di Keramaian, Pelaku Pecah Kaca Berpistol Sikat Rp30 Juta

BATAM – Aksi kejahatan di Batam makin berani, terang-terangan, dan beraksi di siang bolong di tengah keramaian. Aksi itu dilakukan pelaku pecah kaca mobil, Jumat (5/2/2016) sekira pukul 12.30. Pelaku berhasil menyikat uang Tunjangan Hari Raya (THR) Imlek Rp30 juta. Korbannya, Riyanto (35), warga Perumahan Puri Legenda Blok D3 Nomor 23 Batam Center.

Seorang saksi mengaku menyaksikan peristiwa itu hanya beberapa meter dari mobil korban yang di parkir di depan kantor Kredit Plus dan Bank Mandiri, Ruko Palm Spring Batam Center. Saat itu ia sedang menunggu mobil angkutan umum yang menuju arah Simpang Kabil dan tanpa sengaja melihat aksi kedua pelaku yang mengendarai motor Yamaha Jupiter MX.

“Saya tak curiga kalau kedua orang itu pelaku bobol kaca mobil, karena pertokoan sedang ramai orang,” ujarnya.

Ia menceritakan, pelaku menghentikan motornya saat melintas dekat mobil korban, Toyota Fortuner BP 1150 NG. Kemudian seorang pelaku yang dibonceng turun dari motor dan berjalan ke arah pintu depan mobil sebelah kanan. Pria berbadan tegap itu lalu memecahkan kaca bagian depan dan mengambil amplop dari dalam mobil.

“Saya langsung teriak maling, membuat warga sekitar dan juru parkir langsung mengejar pelaku,” ujarnya.

Warga sempat mengepung dan menghadang kedua pelaku yang sudah siap-siap tancap gas dengan motornya. Namun seorang pelaku yang dibonceng mengeluarkan benda mirip pistol dari dalam tas dan mengarahkannya ke kerumunan warga. Mendapat todongan pistol, warga tak bisa berbuat apa-apa saat pelaku meloloskan diri dari kepungan.

“Kedua pelaku akhirnya berhasil melarikan diri ke arah Simpang Jam,” kata Tikno.

Riyanto bersama anaknya yang baru keluar dari Bank Panin kaget melihat warga mengerumuni mobilnya. Begitu mendekat, ia melihat kaca mobilnya sudah pecah dan uang Rp30 juta yang baru diambil dari BCA di Ruko Raflesia Batam Center hilang. Padahal uang itu mau ditukarkan untuk Tunjangan Hari Raya (THR) Imlek bagi orangtuanya.

“Rencana hanya sebentar saja di Bank Panin, makanya uang yang baru diambil disimpan di dalam mobil,” ujarnya.

Kasus ini masih diselidiki Polsek Batam Kota. Sejumlah polisi sudah turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi.

Aksi pecah kaca di tengah keramaian makin sering terjadi di Batam dan sudah sangat meresahkan warga. Sebelumnya tiga pelaku spesialis pecah kaca mobil lintas negara ditembak SatReskrim Polsek Batuampar, Batam. Ketiga pelaku ini sengaja ditembak karena berusaha melarikan diri saat turun dari pesawat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Dari 18 kali aksi yang dilakukan ketiga pelaku, total uang yang sudah diambil mencapai hampir Rp1 miliar. Sebagian hasilnya mereka gunakan untuk membeli mobil Toyota Fortuner. Mereka melakukan aksinya dengan perencanaan matang, ada yang bertugas memantau lokasi, menunggu di mobil, dan menggunakan motor.

Masyarakat harus semakin berhati-hati, karena pencurian dengan pemberatan bermodus pecah kaca marak mengintai. Namun ada cara untuk menghindari menjadi korban dari kasus tersebut.

Kelompok pencuri pecah kaca beraksi sangat cepat. Mereka memecahkan kaca dengan pecahan busi yang diberi air terlebih dahulu, sehingga kaca mobil langsung pecah menjadi serpihan-serpihan halus. Kaca mobil yang tertutup rapat lah yang bisa dipecahkan dengan metode seperti itu.

Untuk itu, masyarakat sebaiknya tidak menutup rapat kaca mobil ketika diparkir. Dengan memberi sedikit ruang pada kaca mobil, metode pemecahan kaca seperti itu tidak bekerja.

Komplotan pencuri pecah kaca kebanyakan mengincar mobil-mobil yang diparkir di pinggi jalan. Mobil-mobil incaran mereka biasanya terlihat dari luar menyimpan benda-benda berharga seperti laptop, handphone, uang, hingga perhiasan. Jadi, jangan biarkan barang-barang berharga terletak di dalam mobil dan bisa menjadi incaran para pelaku pecah kaca.