Bos BCS Mall Jadi Tersangka

BATAM — Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Mabes Polri menetapkan Direktur PT Lubuk Sumber Jaya (BCS Mall) Lou Po Hong dan Komisaris Ardi Santoso Tan alias Bun Hua sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Keduanya dilaporkan Alfonso Napitipulu dan Edward Baner Purba, pengacara Conti Chandra selaku Pendiri Batam City Square (BCS Mall) dan BCC Hotel pada September 2014 lalu.

Adapun penipuan yang dilakukan keduanya terkait pembagian saham 5 persen yang tidak diberikan kepada Conti Chandra dan pemegang saham lainnya yang berlaku selama 20 tahun. Bukan itu saja, Lou dan Ardi juga tidak mengakui surat yang dikeluarkan soal pembagian saham tersebut. Lou dan Ardi juga tidak mengakui dan meragukan tanda tangannya di surat tersebut.

Penetapan sebagai tersangka diketahui Alfonso setelah ada pemanggilan penyidik Dit Tipidum Bareskrim Mabes Polri terhadap Lou Po Hong dan Ardi Santoso Tan.

“Hasil penyidikan ada dua alat bukti yang cukup ditemukan, yang menetapkan Pu Hong dan Ardi Santoso sebagai tersangka. Dan jelas bahwa penetapan status tersangka terhadap pengurus dan pemegang saham PT Lubuk Sumber Jaya itu terkait dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan,” kata Alfonso didampingi Edward di Batam, Rabu (18/11/2015).

Dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan(SP2HP) nomor B/454-Subdit I/IX/2015/Dit Tipidum tanggal 11 September 2015, disebutkan bahwa penyidik Dit Tipidum telah melakukan pemeriksan terhadap 11 orang saksi. Penyidik juga menyita dokumen asli Surat Keputusan pemegang saham PT Lubuk Sumber Jaya tertanggal 20 April 2004 serta dokumen lainnya yang terkait dengan kasus dugaan penggelapan yang dilaporkan.

Selain itu, penyidik juga telah mengirimkan tanda tangan keduanya ke Puslabfor Polri untuk memastikan keaslian tanda tangan mereka dalam surat keputusan pemegang saham PT Lubuk Sumber Jaya terkait pemberian bonus kepada pengurus proyek sebesar lima persen dari laba bersih usaha tahunan BCS yang berlaku selama 20 tahun.

Menurut Alfonso, berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara, penyidik telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan keduanya menjadi tersangka.

“Hasil Puslabfor Polri tanda tangan tersebut dinyatakan identik,” bebernya.

Sementara itu, Didi Supriyanto selaku pengacara Lou dan Ardi menyatakan bahwa kasus dugaan penipuan atau penggelapan yang dilaporkan Alfonso dan Edward ke Mabes Polri tidak ada unsur pidana. Sebab Conti dianggap sudah menjual seluruh saham sebanyak 1.200 lembar saham atau 12 persen sahamnya kepada PT Lubuk Sumber Jaya, Herman pada 8 Agustus 2007. Conti juga dianggap telah mengundurkan diri sejak 18 Maret 2007.

“Kami menganggap kasus ini bukan kasus pidana, karena tidak ada unsur pidananya,” katanya.




One thought on “Bos BCS Mall Jadi Tersangka

Comments are closed.