BPOM Tolak Periksa Beras Diduga Sintetis

BATAM — Heriyanti (35) dan Yoso (38), warga Perumahan Citra Laguna Blok A1 No 12, Kelurahan Tembesi baru-baru ini menemukan beras aneh. Penemuan beras ini sudah dilaporkan kepada Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri sejak Agustus lalu, tapi sampai sekarang belum ada kabar ditindaklanjuti.

Informasi yang diperoleh, keluarga Heriyanti merasa ada kejanggalan setelah sempat dua kali mengonsumsi beras tersebut. Secara kasat mata, tak ada perbedaan beras tersebut dengan yang biasa. Hanya saja, saat dimasak mengambang dan rasanya beda. Efek setelah makan beras itu adalah kekenyangan berlebihan, membuat sesak di perut.

Merasa ada yang aneh, Heriyanti dan suaminya Yoso melaporkannya ke BPOM. Niat untuk mengetahui kejelasan beras itu tak didapatnya. Ia justru disuruh melapor ke Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam.

“Kami sudah laporkan ke BPOM, Disperindag, dan Dinas Pertanian (KP2K), tapi belum ada hasilnya sampai sekarang. Berasnya lain saat dimakan, sesak di perut, berasnya keras, kekenyangan berlibahan. Bahkan anak saya juga merasakan kalau beras yang dimakan waktu itu lain,” kata Yoso.

Yoso berharap pemerintah mengecek ke lapangan agar masyarakat tak terkena dampaknya. Mengingat sampai sekarang belum ada tanggapan terkait laporan itu.

“Kemarin (Sabtu. 24/10/2015) ada polisi yang ke rumah mengambil beras itu,” ungkapnya.

Kepala BPOM Kepri Setia Murni meminta masyarakat melaporkan ke polisi jika menemukan beras aneh. Ia mengaku tak memiliki peralatan yang lengkap untuk menguji beras tersebut.

“Alat kami tidak siap untuk menguji berasnya. Bukan kami tak mau melindungi masyarakat dari beras, kami tak bisa memberikan jawaban sebelum ada kelayakan,” ucapnya.

Sementara itu pihak kepolisian hingga saat ini masih terus mendalami kasus dugaan beras plastik tersebut. Namun kebenarannya, pihak kepolisian masih menunggu hasil tes laboratorium di Labfor Mabes Polri cabang Medan.

“Kami sudah ambil sampel beras itu untuk dibawa ke laboratorium. Kami masih menunggu hasilnya,” kata Kapolresta Barelang Komisaris Besar Asep Safrudin.

Asep menegaskan, peredaran beras yang diduga terbuat dari sintetis atau plastik itu masih ditangani jajarannya. Jika ada masyarakat yang menemukan kembali beras plastik, ia menyarankan untuk segera melaporkan.

“Jika ada yang menemukan beras ini lagi, segera melapor. Saya sudah menugaskan anggota untuk langsung turun ke lapangan setelah mendapat laporan,” katanya.