loading...
Calon Bupati Lingga Ditangkap | We Give The Real Solutions

Calon Bupati Lingga Ditangkap

TANJUNGPINANG – Calon Bupati Lingga Usman Taufik ditangkap tim penyidik Reskrim Polres Tanjungpinang di Wisma Pesona kamar 117, Kamis (14/1/2015) sekira pukul 02.00 dini hari. Mantan Kepala Satpol PP Provinsi Kepri ini adalah tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Pakaian Dinas Harian (PDH) Hansip/Linmas Kepri senilai Rp1,4 miliar dari nilai kontrak Rp2,9 miliar.

Penyidikan kasus ini sempat tertunda karena Usman Taufik maju sebagai calon Bupati pada Pilkada Kabupaten Lingga, 9 Desember 2015 lalu. Pasca-ditetapkan sebagai tersangka, ia dua kali mangkir dari panggilan Penyidik Reskrim dan kerap berpindah-pindah tempat dari Lingga, Batam, dan Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP kristian Siagian menegaskan, tersangka diamankan karena dianggap tidak kooperatif. Tersangka sudah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan yang tidak jelas.

“Yang bersangkutan tidak kooperatif, sehingga terpaksa kami lakukan penangkapan,” katanya.

Menurut Kapolres, pihaknya sudah melayangkan dua kali surat panggilan kepada Usman Taufik. Namun Kuasa Pengguna Anggaran pada proyek yang didanai APBD Kepri 2014 ini selalu beralasan sakit, tanpa adanya surat keterangan resmi dari tim medis.

“Tim penyidik sudah menyiapkan surat bukti penangkapan, sehingga yang bersangkutan tidak bisa mengelak lagi,” kata Kris.

Setelah ditangkap, Usman Taufik lantas menjalani pemeriksaan dan langsung ditahan di Mapolres Tanjungpinang. Usman Taufik dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi, melanggar Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara,” kata Kapolres.

Usman Taufik enggan berkomentar saat ditanya wartawan terkait kasus yang menjeratnya tersebut.

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yakni Usman Taufik dan Muhamad Waldi selaku Direktur CV Nayla Diaya. Dalam penanganan kasus ini, polisi sudah memeriksa 40 orang saksi.

CV Nayla Diaya selaku pelaksana memenangkan proyek pengadaan seragam Satpol PP Kepri dengan nilai Rp2,99 miliar dari Harga Perkiraan Sementara (HPS) Rp3,147 miliar. Pengadaan seragam terdiri dari pakaian (baju dan celana), sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL), kopel riem, topi, kaus kaki, tali kor dan peluit, serta atribut. Indikasi korupsi tercium dengan adanya dugaan penggelembungan harga (mark up), jumlah seragam tidak sesuai kontrak, dan kualitas di bawah standar. dan manipulasi volume pekerjaan yang tidak sesuai.