loading...
Duda Diduga Sembunyikan Siswi SMPN | We Give The Real Solutions

Duda Diduga Sembunyikan Siswi SMPN

BATAM — Siswi SMPN di Seibeduk, Nu, tak pulang-pulang ke rumahnya sejak Sabtu 9 Desember 2017 sekira pukul 12.30. Keberadaan Nu baru diketahui esok paginya di rumah seorang duda di Kavling Sungai Daun Blok A No. 70, RT 03/ RW VII Kelurahan Tanjungpiayu.

Orangtua Nu, ZA menceritakan bahwa awalnya anaknya pulang sekolah, Sabtu sekitar pukul 11.30 bersama tiga temannya, Fi, Nat, dan As. Sekitar satu jam di rumah, Nu pamit mengantarkan temannya Fi yang terluka karena jatuh dari motor. Namun hingga sore hari, Nu tak kunjung pulang lagi ke rumah.

Orangtuanya yang khawatir langsung mencari putri pertamanya tersebut ke rumah teman-temannya. Namun semua temannya mengaku tidak tahu keberadaan Nu. Begitu juga saat datang ke rumah Fi, orangtua Fi, Bunandi juga mengaku tidak tahu keberadaan Nu.

ZA lalu menitipkan nomor teleponnya kepada Bunandi. Ia meminta pria yang sudah tiga bulan lebih menduda itu menginformasikan jika nanti anaknya datang ke rumah tersebut. Paginya, baru diketahui kalau Nu ternyata bermalam di rumah Fi.

“Yang saya sayangkan, tidak ada upaya dari orangtua Fi untuk memberitahukan kalau anak saya menginap di rumah tersebut. Padahal kami sudah sangat khawatir terjadi apa-apa terhadap anak saya. Alasannya, karena pulsa teleponnya habis,” kata ZA.

Selain itu, ada keterangan yang berubah-ubah yang disampaikan Bunandi kepada ZA. Awalnya, Bunandi mengakui kalau Nu sudah berada di rumahnya sejak sore. Bahkan saat ZA datang ke rumah itu, Nu ada di dalam kamar.

“Anaknya takut pulang, takut kena marah ayahnya,” kata ZA menirukan jawaban Bunandi.

Saat ditanyakan motor Mio yang dibawa Nu, Bunandi mengatakan bahwa motor tersebut ditaruh di gudang. Hanya ada satu motor di gudang itu dan pintunya terkunci rapat. Diduga ini untuk mengelabui keberadaan Nu di rumah tersebut agar tidak diketahui.

ZA yang merasa dipermainkan dan dibohongi, mengancam akan membawa Bunandi ke kepolisian. Sebab Bunandi diduga sengaja menutupi keberadaan Nu di rumahnya atau menyembunyikan Nu.

Takut dipolisikan, Bunandi mengubah pengakuan sebelumnya. Menurutnya, ia tak tahu kalau Nu datang ke rumahnya dan bermain dengan anaknya Fi. Ia juga mengaku kalau pada malam itu sedang ada acara.

“Saya ada acara dan pulang-pulang malam, sekitar jam 23.00. Tak tahu kalau anak Bapak sudah ada disini. Saya baru tahu pagi,” kilahnya.

Ketua RT 03, Rudi mengingatkan kepada Bunandi untuk tidak membuat orang lain curiga. Apalagi ia seorang duda dan anak orang yang menginap di rumahnya masih di bawah umur.

“Harusnya Pak Bunandi telepon dulu orangtuanya atau memberikan informasi kepada perangkat RT. Sehingga kalau terjadi apa-apa, orang tidak curiga,” katanya.