Penembak

Eksekusi Mati Akan Dilaksanakan Usai Lebaran

JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo memberikan sinyal bahwa eksekusi mati jilid III akan dilakukan setelah lebaran. Selain mempertimbangkan Ramadan, kejaksaan mempertimbangkan hak yuridis para terpidana.

Sementara untuk lokasi, menurut Prasetyo, Nusakambangan merupakan tempat yang paling khusus untuk melakukan eksekusi hukuman mati. “Itu sudah paling khusus. Kalau mau di Boyolali, tidak bisa,” ujarnya kepada wartawan saat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 20 Mei 2016.

Jaksa Agung sebagai eksekutor menyatakan, pihaknya tidak akan melaksanakan eksekusi saat bulan suci Ramadan, sebagai bentuk penghormatan pada bulan tersebut. ”Belum lagi masih ada yang mengajukan upaya hukum PK (peninjauan kembali),” ungkap Prasetyo sebelumnya.

Prasetyo masih enggan merinci siapa saja terpidana yang masuk dalam daftar eksekusi mati jilid III. Dia bahkan mengaku belum menentukan jumlah terpidana yang akan dieksekusi.

”Jumlahnya belum ada,” ujarnya.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, biasanya Polri sudah menerima daftar nama terpidana yang akan dieksekusi mati 14 hari sebelum pelaksanaan. Namun, nama-nama terpidana mati itu hingga kini belum juga diterima kepolisian.

”Ya, kami masih menunggu. Tentunya perlu dikonfirmasi lebih lanjut untuk mengetahui jadwal dan kepada siapa saja (eksekusi) akan dilaksanakan, kemudian di mana nanti lokasinya. Nanti ini semua pihak eksekutor yang menentukan,” paparnya. (red)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *