Habis Naik Harga Daging, Terbitlah Kuota Impor

BATAM РKisruh kenaikan harga daging sapi berbuah pengalokasian kuota 215 ton daging impor untuk Batam. Beberapa hari terakhir, kenaikan harga daging sapi di Batam direspon nyaris seragam oleh berbagai pihak, mulai Gubernur, Wali Kota, DPRD, Bulog, hingga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Respon tersebut terkait naiknya harga daging sapi dari Rp100 ribu sampai Rp110 ribu menjadi Rp140 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Gubernur Kepri, Wali Kota, dan Ketua Komisi II DPRD Batam meminta dibukanya kran impor untuk memenuhi kebutuhan daging di masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah. Sementara Bulog dan TPID mengusulkan operasi pasar dan pasar murah untuk menekan harga daging sapi di pasaran.

Pernyataan berbeda disampaikan Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Batam Lukman Sungkar yang mensinyalir adanya permainan di jalur distribusi daging segar dan beku di Batam. Permainan inilah yang menyebabkan lonjakan harga daging sapi di masyarakat. Lonjakan harga sejak menjelang Ramadan ini tak hanya terjadi di Batam, tapi juga di beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Merespon hal tersebut, pemerintah akhirnya membuka ruang bagi swasta untuk melakukan kegiatan impor daging sapi. Sebelumnya, semua impor harus lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keputusan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan daging sapi dengan cepat.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan daging sapi selama Ramadan dan Lebaran, pemerintah telah memutuskan mengimpor 27.000 ton daging sapi. Selain itu, pemerintah juga menerbitkan izin impor kepada pihak swasta daging sapi sebanyak 23.200 ton. Tujuannya untuk menurunkan harga daging sapi sampai Rp80.000 per kilogram.

Dari kuota tersebut, Batam mendapatkan alokasi 215 ton yang diberikan kepada tiga importir. Rinciannya, PT Kharisma Karya Kartika mendapat kuota impor daging sapi sebanyak 85 ton, PT Dewi Kartika Internasional 60 ton, dan PT Batam Frozen Food 70 ton. Ketiga importir ini pada April 2015 lalu juga mendapatkan izin impor daging beku dari Australia dan Malaysia.

Kepastian kuota impor daging sapi untuk Batam tersebut diungkapkan Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusahaan (BP) Batam Purnomo Andi Antono. Namun ia belum memastikan, kapan daging impor tersebut sampai ke Batam.

“Yang mendapatkan kuota hanya tiga importir,” katanya. (wan)