Ilegal Fishing, 5 Warga Malaysia Diamankan

BATAM — Pelaku ilegal fishing di perairan Kepri diamankan. Senin (9/5/2016), jajaran Polair Polda Kepri mengekspos penangkapan lima warga Malaysia yang diamankan kapal patroli polisi di perairan Rangsang, Rabu (4/5/2016).

Kepala Satuan (Kasat) Patroli Daerah Polair Kepri AKBP Danu Waspodo mengatakan, kelima warga Malaysia itu diamankan karena terbukti melakukan ilegal fishing di perairan Kepri. Kelimanya menggunakan kapal JHF 7195 B dengan Nakhoda MS, tanpa dilengkapi surat izin penangkapan ikan.

“Kami juga mengamankan barang bukti sebuah kapal dan alat tangkap, yakni jaring ikan dan dokumen lainnya,” ujarnya.

Kapal berbendera Malaysia itu kini sudah dibawa ke PSDKP di jembatan dua Barelang. Sementara untuk proses penyelidikan lebih lanjut dilimpahkan ke PPNS Satker PSDKP Batam.

Tiga hari sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas HIU 13 kembali menangkap Kapal Perikanan Asing pelaku illegal fishing. Sebanyak tiga kapal ikan ilegal tanpa dokumen yang sah dan berbendera ganda (Malaysia dan Vietnam) ditangkap dalam operasi Nusantara IV Bakamla di perairan ZEEI Natuna, Minggu (1/5/2016).

Kapten Kapal Pengawas HIU 13 Margono E, HS, menyampaikan kronologis penangkapan ketiga kapal tersebut. Pertama, KM. KG. 94127 TS berukuran 83 Gross Tonage (GT) dengan nahkoda Huynh Khan Triet beserta 5 orang ABK yang seluruhnya berkebangsaan Vietnam berhasil ditangkap pada pukul 08.50.

Berselang 25 menit kemudian, sekira pukul 09.15 kapal ikan illegal kedua bernama KM KG. 94713 TS berbobot 75 GT tertangkap, juga dinakhodai warga berkebangsaan Vietnam bernama Nguyen Ngoc Trieu dengan Anak Buah kapal (ABK) 26 orang berikut barang bukti ikan campur sebanyak 500 kg.

Sedangkan kapal ketiga KG. 940373 TS tertangkap pada pukul 09.40, dinakhodai warga Vietnam, Nguyen Chi Lam dengan ABK 14 orang berkebangsaan Vietnam beserta barang bukti ikan campur 100 kg.

Kemudian untuk proses hukum lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan, barang bukti kapal, alat tangkap dan ABK WNA Vietnam dikawal ke Stasiun PSDKP Tarempa.

KIA Ilegal diduga melakukan pelanggaran sebagaimana diatur pada Pasal 5 ayat (1) huruf (a) Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2)Jo. Pasal 27 ayat (2), Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) UU No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. (eki)