Ini Dia, Tersangka Kasus Bansos Batam

TANJUNGPINANG — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menetapkan Aris Hardy Halim, Rustam Sinaga, dan Khairullah sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bansos dan hibah Pemko Batam tahun anggaran 2011-2012 untuk Persatuan Sepakbola (PS) Batam. Saat itu Aris yang juga Wakil Ketua III DPRD Batam menjabat sebagai Ketua PS Batam. Sedangkan Rustam adalah Manajer PS Batam dan Plt Kabag Keuangan Pemko Batam Khairullah selaku Bendahara PS Batam.

Khairullah menjabat Plt Kabag Keuangan pada 2011, menggantikan Kabag Keuangan Erwinta Marius yang ditangkap Kejari Batam dalam kasus dugaan korupsi dana bansos Batam. Setelah diangkat sebagai Kabid Perencanaan Ekonomi di Bapeda Kota Batam, posisi Khairullah kemudian digantikan A. Malik,

Pengumuman ketiga tersangka disampaikan Wakil Kepala Kejati Kepri Asri Agung Putra, didampingi Aspidsus Kejati Kepri Rahmat di kantor Kejati Kepri di Tanjungpinang, Selasa, 31 Mei 2016. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya belum ditahan.

Dugaan kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp715 juta dari sekitar Rp1 miliar lebih dana bansos dan hibah yang dikucurkan untuk PS Batam. Sementara total dana bansos dan hibah Pemko Batam tahun anggaran 2011-2012 sebesar Rp66,5 miliar.

Menurut Agung, penetapan ketiga tersangka berdasarkan fakta penyidikan dan PS Batam tidak dalam kapasitas untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Dalam proses penyidikan, juta ditemukan adanya perbuatan melawan hukum.

“Kami terus kembangkan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” katanya.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (wan)