loading...
Isdianto Terpilih Jadi Wagub, Gubernur Absen Paripurna | We Give The Real Solutions

Isdianto Terpilih Jadi Wagub, Gubernur Absen Paripurna

TANJUNGPINANG — Paripurna DPRD Kepri memilih Isdianto sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Kepri sisa masa jabatan 2016-2021, Kamis 7 Desember 2017. Pemilihan itu hanya dihadiri 31 dari 45 anggota DPRD Kepri. Bahkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun tidak hadir dalam pemilihan itu, karena ke Jakarta.

Dalam sidang paripurna, panitia khusus tata tertib pemilihan Wagub Kepri menjelaskan rangkaian agenda rapat dari awal ditetapkannya panitia hingga rapat akhir penetapan. Hasil rapat akhir menetapkan Isdianto sebagai calon tunggal Wakil Gubernur Kepri berdasarkan surat keputusan DPRD Provinsi Kepri nomor 40 Tahun 2017 tentang Penetapan Calon Tunggal Wakil Gubernur Kepri sisa masa jabatan 2016-2021.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen pakta integritas terhadap visi dan misi Gubernur Kepri. Paripurna ditutup dengan penetapan secara aklamasi calon tunggal Isdianto menjadi Wakil Gubernur Kepri berdasarkan Surat Keputusan Nomor 41 Tahun 2017 tentang Penetapan Wakil Gubernur Kepri sisa masa jabatan 2016-2021.

Pimpinan sidang, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan, berbagai tahapan dan mekanisme sudah dilewati dalam menetapkan calon tetap Wagub Kepri. Sepanjang proses verifikasi, hanya ada satu calon yang memenuhi syarat. Satu calon lainnya dinyatakan gugur, sebab hingga batas waktu yang ditetapkan belum melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

“Dalam waktu yang berjalan, pihak DPRD juga telah meminta pendapat Kemendagri dan Ahli Hukum di pusat untuk meminta saran dan pendapat hukum terkait hanya ada satu calon Wakil Gubenur. Setelah mendapat saran tersebut menyatakan bahwa DPRD sebagai lembaga perwakilan daerah dapat melakukan dan atau mengambil kebijakan hukum, menetapkan satu nama calon tetap,” ujarnya.

Menurut Jumaga, pada 4 Desember lalu Gubernur Kepri telah mengirimkan surat usulan nomor 120/1719/SET, berisi tentang keputusan gubernur yang menyerahkan sepenuhnya pemilihan calon tetap Wagub kepada DPRD untuk menindaklanjuti sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Untuk itu pada rapat Banmus sebelumnya memutuskan agar segera menetapkan calon tetap, mengingat tenggat jadwal pembahasan ini sudah melewati batas waktu,” sambungnya.

Sementara itu dalam laporan akhirnya, Pansus Sahat Sianturi mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah merupakan instrumen yang penting dalam membentuk pemerintahan daerah yang representstif dan produktif.

“Terjadinya kekosongan jabatan Wakil Gubernur sejak dilantiknya Wakil Gubernur Nurdin Basirun Mei 2016 lalu menjadi Gubernur menggantikan Muhammad Sani yang wafat. Untuk itu dipandang perlu segera dilakukan pemilihan guna mengisi jabatan yang kosong agar dapat lebih menjalankan roda pemerintah yang efektif dan efisien,” ujarnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol. Didit Widjanardi, Danlanud RHF Kolonel Pnb. M. Dadan Gunawan, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Syahrul, FKPD dan OPD di Lingkungan Provinsi Kepri. Hadir juga mantan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo, mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad, 31 orang anggota dewan, insan pers, berserta tamu undangan lainnya. (hms)