Jadi Tersangka Bansos, Mobil Mantan Wabup Natuna Disita

BATAM – Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri menyita sebuah mobil Toyota Hilux warna biru milik mantan Wakil Bupati Natuna, Imalko. Imalko merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) yang diperkirakan merugikan negara lebih dari Rp3,2 miliar pada 2011-2013.

“Satu mobil milik tersangka kami sita karena diduga dibeli dari hasil aliran dana korupsi bansos,” kata Kasubdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Arif Budiman, kemarin.

Berdasarkan informasi, Imalko hanya mengakui menerima aliran dana atas tindak korupsi hibah LSM Badan Perjuangan Migas Kabupaten Natuna (BPMKN) sebesar Rp300 juta. Dana itu merupakan pengembalian setiap kali dilakukan pencairan untuk LSM BPMKN. Dan uang itu diduga digunakan oleh tersangka untuk membeli sebuah mobil Hilux seharga Rp250 juta.

Menurut Arif, penyitaan mobil tersebut dilakukan sudah sesuai prosedur. “Penyitaan mobil ini jadi milik negara, ditentukan pengadilan,” katanya.

Arif mengatakan, dengan sudah ditetapkannya tiga tersangka dalam kasus korupsi tersebut, maka penanganan oleh kepolisian sudah tuntas.

“Kasusnya sudah selesai. Tiga tersangka yang terlibat sudah kami proses. Dua di antaranya sudah P-21 dan diserahkan ke kejaksaan,” katanya.

Dalam kasus ini, Imalko dianggap sebagai pelindung bagi dua tersangka lain, M Nazir selaku Ketua LSM BPMKN dan Erianto selaku Bendahara. Erianto sendiri tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri. (int)