Jaksa Kantongi Tersangka Alkes, Satu Orang DPO

BATAM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Btam makin intensif menangani kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) setelah Mabes Polri menetapkan tersangka dan menahan Direktur RSUD Embung Fatimah Batam drg Fadillah RD Malarangan. Sampai saat ini sudah 20 orang saksi diperiksa, termasuk di antaranya dokter.

Kasipidsus Kejari Batam Muhammad Iqbal enggan membeberkan nama-nama saksi yang sudah diperiksa, karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. Tidak semua saksi bisa langsung hadir memenuhi pemeriksaan jaksa. Sejumlah saksi sempat mangkir dan sulit datang karena berada di luar Batam.

“Kami tidak mau terburu-buru, karena sebelumnya satu orang telah melarikan diri dan kini masuk daftar pencarian orang (DPO),” ujarnya, Kamis (4/2/2016).

Iqbal tidak membantah adanya kemiripan penanganan kasus dugaan korupsi alkes RSUD Embung Fatimah Batam oleh Kejari Batam dengan yang ditangani Mabes Polri tersebut. Hanya saja kasus yang ditangani Kejari Batam lebih ke arah dugaan adanya penggunaan dana APBD.

“Kasusnya sama, tapi objek beda dengan Mabes Polri, karena menyangkut anggaran Batam,” katanya.

Iqbal mengaku pihaknya sudah mengantongi nama tersangka dalam pengadaan alat-alat kesehatan, kebidanan, dan kedokteran yang dilelang tahun 2011 ini diperkirakan mencapai Rp5,6 miliar ini. Sayangnya, ia belum mau membeberkan nama tersangka tersebut.

“Nanti saja, takutnya yang bersangkutan kabur,” ungkapnya.

Untuk mendukung pemeriksaan dan penanganan kasus, kata Iqbal, pihaknya akan mengecek langsung tempat pembelian alkes di Jakarta. Kejaksaan tak ingin terburu-buru menetapkan tersangka dalam kasus ini. Targetnya, pada Maret mendatang penanganan kasus ini selesai.

“Kami sudah berkoodinasi dengan saksi ahli, baik di bidang medis maupun peralatannya,” katanya.