SyntekExifImageTitle

Jaksa Periksa Mantan Kepala BPN Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejari Tanjungpinang kembali memanggil dan memeriksa saksi dalam pengusutan dugaan korupsi proyek pembangunan kantor Camat Bukit Bestari (BB) tahun anggaran 2014 yang gagal dilaksanakan. Pada Jumat (13/11/2015), giliran mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanjungpinang, Asmadi Adnan dimintai keterangan dalam kasus ini.

Sebelumnya penyidik sudah memanggil dan memintai keterangan 11 orang saksi dalam kasus yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga Rp406 juta tersebut. Di antara saksi yang telah dimintai keterangan adalah Camat Bukit Bestari Riwayat, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Direktur Perusahaan pemenang tender.

“Mantan Kepala BPN Tanjungpinang diperiksa sebagai saksi,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang, Lukas Alexander Sinuraya, Minggu (15/11/2015).

Pada 2014, saat kasus ini bergulir, Asmadi menjabat sebagai Kepala BPN Tanjungpinang. Proyek pembangunan kantor Camat Bukit Bestari didanai dari APBD 2014 di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Tanjungpinang senilai Rp1,52 miliar. Penyidik menemukan kejanggalan dalam pencairan pembayaran proyek.

Awalnya, CV Pilar Dua Inti Perkasa selaku kontraktor pelaksana telah mendapatkan pembayaran uang muka sebesar 30 persen atau sekitar Rp500 juta lebih dan belum dipotong pajak. Kenyataannya, pembangunan kantor Camat Bukit Bestari tak kunjung dilakukan, karena tersandung persoalan ganti rugi lahan masyarakat yang belum dituntaskan.

Belakangan, rencana awal pembangunan Kantor Camat batal dilaksanakan di lahan semula. Melainkan dialihkan ke lokasi lain di kawasan Dompak, lokasinya tak jauh dari lokasi lama. Lahan baru seluas 57×40 meter dengan luas bangunan 22×32 meter ini merupakan lahan hibah, tapi tidak bermasalah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *