Imalko

Kasus Bansos, Mantan Wakil Bupati Natuna Tersangka

BATAM – Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) Pemkab Natuna tahun 2011-2013 yang merugikan negara sekitar Rp3,2 miliar. Tersangka baru itu adalah mantan Wakil Bupati Natuna Imalko. Namun dalam pemeriksaan di Mapolda Kepri di Batam, Rabu, 8 Juni 2016, Imalko mangkir.

“Beliau tak bisa datang, surat berhalangan hadir baru kami terima,” kata Direktur Reskrimsus Polda kepri Kombes Pol Budi Suryanto.

Menurut Budi, pihaknya akan mengirimkan surat pemanggilan kedua kepada Ketua DPC Partai Demokrat Natuna yang juga calon Bupati Natuna pada Pilkada 2015 tersebut. Jika sampai surat pemanggilan ketiga tetap mangkir, maka bakal dijemput paksa.

Kasus korupsi dana bansos tersebut, sebelumnya sudah menyeret dua tersangka, Muhammad Nasir dan Erianto. Muhammad Nasir adalah Ketua LSM Badan Perjuangan Minyak dan Gas (BP Migas) Natuna. Ia diamankan Ditreskrimsus Polda Kepri pada 13 April 2016.

Sedangkan Erianto adalah Bendahara LSM BP Migas Natuna. Anggota DPRD Kepri dari Partai Demokrat dapil Natuna dan Anambas ini ditahan Polda Kepri sejak 21 April 2016. Ia berperan menyusun proposal, mencairkan, menikmati, dan membuat laporan fiktif.

Penetapan tersangka terhadap Imalko semakin menambah daftar panjang politikus Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi di Kepri. Selain Imalko dan Erianto, juga ada mantan anggota DPRD Provinsi Kepri Abdul Azis yang telah divonis 5 tahun penjara dalam kasus korupsi dana bansos APBD Kepri tahun 2012. (wan)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *