loading...
Kasus Korupsi BBM Puskesmas, Kadinkes Anambas Ditahan | We Give The Real Solutions

Kasus Korupsi BBM Puskesmas, Kadinkes Anambas Ditahan

ANAMBAS — Polres Natuna menahan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri, Said Moh Damrie, Sabtu (30/4/2016). Said terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) untuk puskesmas keliling tahun anggaran 2013 senilai Rp3,3 miliar.

Selain Said, polisi juga menahan dua staf Dinkes Anambas Yusri Destaurus dan Syarifudin, tersangka dalam kasus yang sama. Hasil audit Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kepri menyebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar.

Dalam proyek pengadaan BBM untuk puskesmas keliling tersebut, Said bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sedangkan Yusri bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Syarifudin sebagai Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP).

Said dan Yusri ditangkap Polres Natuna saat sedang ngopi dan menunggu keberangkatan kapal tujuan Tanjungpinang di Pelabuhan Tarempa. Saat akan berangkat, polisi langsung bergerak dan menunjukkan surat penahanan. Keduanya kemudian idbawa ke Mapolsek Siantan.

Di Mapolsek Siantan, sudah menunggu Syarifudin. Beberapa saat menjalani pemeriksaan, kondisi Said melemah, sehingga sempat dilarikan ke Puskesmas Siantan untuk mendapatkan bantuan medis. Diduga Said syok dengan penahanan itu. Setelah mendapatkan perawatan di puskesmas, polisi lalu membawa Said ke Pelabuhan Tarempa dengan ambulance, untuk selanjutnya dibawa ke Polres Natuna.

Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Donris Pasaribu enggan dimintai tanggapan terkait penahanan tersebut. “Langsung saja ditanyakan kepada pimpinan (Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia). Saya tidak bisa memberikan komentar,” elaknya kepada wartawan.

Sementara Bupati Anambas Abdul Haris mengaku kaget dengan penahanan Kadinkes Anambas beserta dua orang bawahannya.

“Kaget dapat kabar itu, saya pikir hanya pemeriksaan saja,” katanya. (eki)