Kapal Marina

Kasus Penipuan Raja Kapal Masuk ke Jaksa

BINTAN — Kasus dugaan penipuan jual beli lahan senilai Rp14,5 miliar oleh pengusaha Hengky Suryawan terus bergulir. Penyidik Sat Reskrim Polres Bintan telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Rabu (25/11/2015).

“Sudah kami serahkan kepada Kasipidum (Kepala Seksi Pidana Umum) Kejari Tanjungpinang, Rabu (25/11/2015),” ujar Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Andri Kurniawan, Kamis (26/11/2015).

Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang, Ricky Setiawan menyatakan sudah menerima SPDP atas nama Hengky Suryawan itu.

“Diterima kemarin (Rabu) sore sekira jam 15.30,” ujarnya.

Hengky Suryawan selaku Direktur Utama PT Bintan Inter Karya Corporation dilaporkan Haryadi alias Acok atas dugaan penipuan dan penggelapan penjualan tanah seluas 72 hektare di Kampung Purwoasri dan Bangunrejo, Kilometer 18 Bintan Timur. Acok mengaku sudah membayar Rp14,5 miliar kepada Hengky. Namun ternyata lahan itu bermasalah, dari 72 hektare baru 51 hektare yang bersurat, sisanya tak jelas dokumennya. Merasa dirugikan, Acok lalu melaporkan Hengky Suryawan ke Polres Bintan pada Agustus 2015.

Di kalangan industri maritim nasional, nama Hengky Suryawan sudah tidak asing lagi. Pria kelahiran Tanjungbatu, 66 tahun lalu dan besar di Tanjungpinang ini merupakan pendiri PT Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping yang bergerak di bisnis kargo dan kapal angkutan penumpang pada 1991. Kemudian pada 2005 ia mendirikan perusahaan galangan kapal PT Bahtera Bahari Shipyard dan PT Bintan Marina Shipyard.

Hengky tak hanya memiliki dan mengoperasikan 160 unit kapal miliknya, hingga ia dijuluki sebagai Raja Kapal. Perusahaan galangan kapal miliknya juga terus beroperasi dan mampu memproduksi hingga 80 unit kapal setiap tahun.

Demi menjaga kelangsungan bisnis pelayarannya, Hengky giat menciptakan peluang. Misalnya, ketika industri batubara sedang booming, Hengky mendirikan usaha di bidang batubara. Kini ia memiliki sekitar 40 perusahaan di Indonesia.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *