Kecelakaan Lalu Lintas

Kecepatan Kendaraan Faktor Dominan Kecelakaan

JAKARTA – World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan kecelakaan lalu lintas adalah penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia. Untuk menekan angka kecelakaan dibutuhkan kesadaran tinggi para pengguna jalan dalam menjaga keselamatan dirinya.

Kapolri Jendral Badrodin Haiti dalam launcing SIM Online serentak, Minggu (6/12/2015) menganjurkan agar sistem driving center yang ada di setiap Polda dapat dimanfaatkan. Hal ini untuk mengurangi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi setiap harinya. Mengingat data lakalantas yang meninggal per hari berkisar dari 50 sampai 60 orang. Sehingga penerbitan SIM tidak sekadar diterbitkan tetapi harus benar-benar diuji kompetensinya dalam berkendara dan berlalu lintas.

“Sistem driving center bisa digunakan di setiap Polda untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. Sia-sia jumlah orang meninggal yang sangat besar. SIM jadinya tidak asal diterbitkan,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Manajememen Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Komisaris Besar Polisi Unggul Sedyantoro mengimbau pengguna jalan raya berkendara dengan benar, karena jalan raya untuk kepentingan umum.

“Terutama mengenai kecepatan berkendara tolong untuk disesuaikan dengan desain jalan yang ada begitu juga rambu-rambu yang ada, tolong ditaati,” kata Unggul kepada wartawan dalam ajang Indonesia Road Safety Award (IRSA) Award di Hotel Borobudur, Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, kecepatan kendaraan adalah faktor dominan penyebab kecelakaan. Dia mengingatkan pengendara untuk senantiasa memperhatikan laju kendaraan.

“Kalau memang pengguna memiliki kendaraan yang mampu mencapai kecepatan 150km/jam tolong ketika di jalan umum disesuaikan,” ucapnya.

Untuk memperkuat argumentasinya, Unggul memaparkan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia hingga bulan November 2015.

“Bila melihat data tahun lalu jumlah kecelakaan itu tercatat mencapai 95. 906 dan yang meninggal dunia akibat kecelakaan mencapai 28.297 secara nasional. Penyumbang kecelakaan terbesar itu dari pengendara sepeda motor dan faktor kecepatan menjadi penyebab kecelakaan paling banyak, mencapai 40%,” tuturnya.

Di Kepri, tercatat 658 angka kecelakaan yang terjadi di Kepri dengan korban meninggal dunia mencapai 168 orang. Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 723 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 189 orang.

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Andar Sibarani mengungkapkan, peningkatan angka kecelakaan di Batam dan banyaknya pengendara kendaraan bermotor yang terjaring razia. Selama kurun waktu 22 Oktober hingga 4 November 2015, tercatat 56 angka kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 23 orang.

“Tahun 2014 jumlahnya lebih sedikit, 20 angka kecelakaan dengan korban meninggal dunia 4 orang,” katanya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *