Kejari Batam Tetapkan Dua Tersangka Kasus Alkes RSUD

BATAM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menetapkan Fadilla Malarangan dan RD sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam yang menggunakan dana APBN 2014 dengan pagu anggaran sekira Rp19 miliar. Fadilla adalah mantan Direktur RSUD Embung Fatimah, sedangkan RD selaku Direktur PT Alexa Mandiri Utama, pemenang tender pengadaan alkes.

“Alat bukti sudah cukup untuk menetapkan FM dan RD sebagai tersangka dalam kasus ini,” kata Kasipidsus Kejaksaan Negeri Batam Muhammad Iqbal, Jumat, 13 Mei 2016.

Fadilla sendiri terjerat dua kasus dugaan korupsi pengadaan alkes, tahun anggaran 2011 dan 2014. Pada kasus dugaan korupsi pengadaan alkes tahun anggaran 2011 yang bersumber dari APBN, Fadilla sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri sejak Mei 2015 dan ditahan pada 14 Januari 2016.

Selasa, 10 Mei 2016, Fadilla tiba di Kejari Batam, dibawa dari Jakarta oleh Tim Satgasus Kejaksaan Agung dan Dirtipidkor Mabes Polri. Fadilla kemudian ditahan di Rutan Klas II A Batam untuk memudahkan pemeriksaan.

Sementara untuk nilai kerugian negara yang timbul dalam kasus tersebut, Iqbal mengaku masih dikoordinasikan dengan para auditor. “Dalam waktu dekat mereka akan segera menyampaikannya,” imbuhnya.

Iqbal mengatakan, proses penyelidikan dan penyidikan untuk memastikan adanya korupsi dalam kasus tersebut memakan waktu cukup panjang. Petugas dari kejaksaan, jelasnya, harus mengejar ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Medan, Bandung, dan Bekasi untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti atas kasus ini.

“Ini adalah perkara yang sangat menyita pikiran dan tenaga. Kami bekerja keras, mengingat modus yang digunakan termasuk baru dan belum pernah ditemukan sebelumnya,” katanya.

Meskipun sudah ada penetapan tersangka, katanya, namun sebanyak 12 item alat-alat yang sudah dibeli tidak akan disita sebagai barang bukti. “Yang menjadi alat bukti adalah dokumen-dokumen, laptop, UPS dan PC yang menunjukkan data-data,” kata Iqbal.

Sebelumnya Kepala Kejari Batam Mohammad Mikroj menjelaskan, pihaknya menyiapkan 10 JPU yang menangani kasus alkes tahun 2014 tersebut, terdiri dari 3 jaksa Kejaksaan Agung dan 7 jaksa dari Kejari Batam. Perkara segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, targetnya sebelum 20 hari sejak Fadilla ditahan di Batam.

Mikroj mencium adanya modus bahwa perusahaan-perusahaan tersebut sengaja dibuat menjelang berlangsungnya tender. Setelah tender selesai, perusahaan lalu dibubarkan. Begitupun dengan nama direktur perusahaan, berubah-ubah. (eki)




One thought on “Kejari Batam Tetapkan Dua Tersangka Kasus Alkes RSUD

  1. Buffee

    Sippp lah mas…aku juga nggak pake mas sek sek sek minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir bathin ma02s8&3#;.wah lama banget ngk post nih kemana aja mas….

Comments are closed.