Korupsi Alkes, Mantan Dirut RSUD Karimun Divonis 3 Tahun

TANJUNGPINANG — Drg Agung Martianto, Mantan Direktur RSUD Karimun divonis penjara 3 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Senin (9/5/2016). Agung juga dikenakan hukuman untuk membayar denda sebesar Rp100 juta.

Vonis ini lebih ringan 18 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kepri yang menuntut Agung dengan penjara 4,5 tahun. JPU juga menuntut Agung membayar denda Rp100 juta.

Sementara Syamsuddin, Direktur Utama PT Karya Global Sarana (KGS), divonis lebih berat. Syamsuddin divonis penjara 4 tahun dan denda Rp100 juta serta uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp2,2 miliar. Vonis ini berkurang 1 tahun dari tuntutan JPU dengan penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta serta uang pengganti sebesar Rp2,2 miliar.

Ketua Majelis Hakim Zulfadli didampingi Hakim Anggota Purwaningsih dan Lindawati menyatakan Agung terbukti bersalah, menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain hingga menyebabkan kerugian negara. Agung dianggap bersalah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat (1) Kesatu KUHP.

“Atas perbuatannya, menghukum terdakwa Drg Agung Martianto dengan pidana penjara selama 3 tahun dan pidana denda sebesar Rp100 juta, subsider 2 bulan kurungan,” ujar Zulfadli.

Dalam kasus tersebut, Drg Agung Martianto bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sedangkan Syamsudin selaku kontraktor. Keduanya didakwa merugikan negara melalui mark-up anggaran dalam pengadaan alkes RSUD tahun 2014.

Mark-up anggaran itu dilakukan dengan menggelembungkan harga barang yang tertera dalam surat referensi harga alat kesehatan. Syamsudin ditangkap penyidik Kejati Kepri di sebuah tempat di Jakarta Selatan, sekitar dua bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka. (eki)