Ketua PN Bengkulu

KPK Tangkap Tangan Ketua PN Kepahiang, Bengkulu

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang, Provinsi Bengkulu Janner Purba, Senin, 23 Mei 2016. Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi itu tertangkap tangan menerima sejumlah uang yang diduga terkait penyuapan perkara.

Penangkapan Janner Purba dibenarkan Ketua KPK Agus Rahardjo. Menurut Agus, tim gabungan penyelidik dan penyidik KPK melakukan OTT terhadap Janner Purba di rumah dinasnya.

“OTT sekitar pukul 15.30,” kata Agus melalui pesan singkat Senin malam.

Penangkapan ini sekaligus menambah daftar hakim ad hoc Pengadilan Tipikor yang malah terjerat kasus korupsi. Janner Purba adalah hakim tipikor keenam yang ditangkap KPK.

Sebelumnya KPK menangkap Hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Kartini Julianna Mandalena Marpaung pada 17 Agustus 2012. Ia ditangkap bersama Heru Subandono yang berprofesi sebagai hakim di Pengadilan Tipikor Pontianak.

KPK juga pernah menahan hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Pragsono pada Desember 2013. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama hakim ad hoc Tipikor Palu, Sulawesi Tengah, Asmadinata. Berikutnya adalah hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Bandung, Ramlan Comel.

Agus sendiri masih enggan menjelaskan perkara apa yang tengah ditangani Janner hingga terlibat penyuapan itu. Dia juga belum bersedia mengungkap siapa saja yang turut ditangkap dalam OTT tersebut, berikut jumlah uang yang berhasil disita. Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak menambahkan, Janner Purba ditangkap karena diduga menerima uang dari pihak beperkara.

Namun, Yuyuk juga mengaku belum menerima informasi detail berapa jumlah total uang yang disita dalam penangkapan dan dalam pecahan apa saja. ”Belum tahu apakah jumlahnya sampai miliaran rupiah atau nggak . Besok saja biar jelas semua,” ujar Yuyuk.

Selain Janner Purba, KPK juga diinformasikan menangkap tiga orang lain. Salah satunya mantan Kabag Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Dr M Yunus (RSUD MY) Bengkulu Syafri Syafi’i.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh Mahfud MD melalui akun Twitter -nya @mohmahfudmd menanggapi penangkapan hakim JP. ”Malam ini saya sedang di Bengkulu. Ada operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap hakim cs di sini. Gila, peradilan kita sudah begitu bobroknya,” cuit Mahfud.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *