Kurir Sabu Asal Malaysia Divonis 13 Tahun Penjara

BATAM — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada Sethu Shanruganatlan, terdakwa kepemilikan setengah kilogram sabu, Senin (2/5/2016). Sethu juga diwajibkan untuk membayar denda Rp1 miliar, subsider 6 bulan penjara. Vonis ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frihesti Gina.

“Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengimpor narkotika golongan satu, dengan berat lebih dari 5 gram,” ujar Ketua Majelis Hakim Vera Yetti didampingi hakim anggota Tiwik dan Egi Novita.

Sethu ditangkap petugas Bea Cukai di Pelabuhan Internasional Batam Centre setelah ketahuan membawa narkotika jenis sabu. Petugas mencurigai gerak-gerik warga Malaysia itu saat melintas di pintu kedatangan. Setelah diperiksa, ditemukan dua paket sabu yang disimpan di kaos kaki. Sethu didakwa bersalah, melanggar Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Peredaran dan penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Batam kian memprihatinkan. Maraknya peredaran narkoba semakin dikhawatirkan merambah kalangan generasi muda.

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momentum bagi Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk menyerukan kepada pelajar di Kepri terbebas dari pengaruh narkoba. Begitupun kepada para pegawai, anggota legislatif, dan seluruh masyarakat yang berkecimpung di pelbagai bidang profesi. Hal ini untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan selalu bersemangat membangun Kepri.

“Almarhum Ayah kita Muhammad Sani sudah merintis pembangunan konektivitas di Kepri hingga ke pelosok-pelosok pulau. Dan dia mengamanahkan untuk kita teruskan dengan tujuan menyejahterakan masyarakat Kepri seutuhnya. Untuk membangun itu, diperlukan kerja sama solid, fisik dan akal yang sehat, serta kerja keras,” kata Nurdin saat menjadi inspektur upacara peringatan Hardiknas bertemakan ‘Nyalakan Lilin, Terangkan Cita-Cita” tersebut di kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, Senin (2/5/2016).

Generasi sehat, hebat, kuat, dan berdaya juang yang dimaksud Nurdin adalah salah satu upaya bagi Kepri dalam menghadapi pasar ekonomi ASEAN atau MEA. Patokan pembangunan Kepri tetap dalam koridor visi dan misi Kepri, yakni mewujudkan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang sejahtera, berakhlak mulia, dan ramah lingkungan, serta unggul di bidang maritim.

Untuk mewujudkan itu, Nurdin meminta masyarakat Kepri bersatu padu, menjaga hubungan, baik satu sama lain dengan saling silaturahmi, serta bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita pembangunan di Kepri.

“Tanpa silaturahmi, bersatu padu dan bekerja keras, kita tentu tidak akan bisa menjawab cita-cita yang kita impikan bersama untuk Kepri,” kata Nurdin. (eki)