Laporan HMI, Saut Situmorang Diperiksa Empat Jam

JAKARTA¬†— Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang diperiksa penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri selama hampir empat jam. Saut diperiksa sebagai saksi terlapor atas laporan Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) atas perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah dan atau menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian.

Usai diperiksa, Saut enggan menjawab soal materi yang ditanyakan penyidik.

“Pokok materilnya biar penyidik saja ya,” ujar Saut di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 16 Juni 2016.

Saut mengaku sudah tiba di kantor Bareskrim Polri sejak pukul 08.00 WIB. Saat disinggung lebih jauh soal dugaan pencemaran nama baik terkait HMI, ia langsung masuk ke mobil yang menjemputnya.

Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Kombes Umar Surya Fana pun enggan menjelaskan detail materi yang dibahas dalam pemeriksaan Saut. Namun yang jelas, kata dia, pemeriksaan belum masuk ke dalam detail pokok perkara.

“Intinya Beliau sudah kooperatif sebagai warga negara yang baik, sudah datang penuhi panggilan penyidik untuk membuat terang apa yang jadi laporan dari pelapor,” ujar Umar.

Umar mengatakan, dalam penyidikan ini Bareskrim telah memeriksa 13 saksi, antara lain dari HMI dan juga ahli bahasa.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andriyanto tidak bisa memastikan apakah kasus ini sudah masuk ke ranah penyidikan. Yang jelas, kata Agus, sejak kasus ini dilaporkan 9 Mei 2016 lalu sudah diperiksa 13 orang saksi.

“Sudah 13 orang, termasuk meminta keterangan ahli bahasa dan pidana. Kalau naik sidiknya tanya ke penyidik aja,” kata Agus.

Sebelumnya Ketua PB HMI Muhammad Fauzi menilai pernyataan Saut Situmorang disalah satu televisi swasta menyudutkan posisi HMI. Pernyataan tersebut hanya melihat HMI dari satu sisi organisasi saja.

“Statement-nya jelas bahwa HMI seolah-olah melahirkan kader korup. Padahal dia hanya melihat dari satu sisi, satu oknum, bahwa alumni keluarga besar HMI itu banyak dan ada dari berbagai macam profesi,” kata Fauzi usai melapor di Bareskrim Senin 9 Mei 2016 lalu.

Berdasarkan surat panggilan bernomor S.Pgl/19/8/VI/2016/Dit Tipidum itu, Saut diminta bertemu dengan penyidik. Surat panggilan dibuat pada 13 Juni 2016 oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Agus Andrianto.

Hari ini merupakan pemeriksaan pertama Saut selaku terlapor. Saut dilaporkan oleh tiga orang perwakilan dari HMI dengan surat laporan berbeda, yakni atas nama Ade Irfan Pulungan, Mulyadi, dan Muhammad Fauzi.

Saut dianggap melakukan pencemaran nama baik dalam pernyataannya dalam acara di satu stasiun televisi swasta. Dalam program tersebut, Saut mengeneralisasi bahwa kader HMI hanya cerdas saat menjadi mahasiswa, tetapi begitu menjadi pejabat melakukan korupsi.

Saut sebelumnya meminta maaf kepada keluarga besar HMI. Ia mengaku tidak bermaksud menyinggung HMI maupun lembaga lainnya. Ia merasa ada kesalahpahaman atau persepsi atas pernyataannya.