Bandara Halim

Lima Pekerja Kereta Cepat Asal China Ditetapkan Tersangka

JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menetapkan lima warga negara China yang menjadi pekerja proyek kereta cepat sebagai tersangka. Kelimanya ditangkap pihak TNI Angkatan Udara (AU) ketika melakukan pengeboran di sekitar pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

“Ditingkatkan statusnya sebagai tersangka. Dan penyidikannya akan diambil alih oleh penyidik PPNS Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kemenkumham, Ronny Franky Sompie dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (7/5/2016).

Dia menjelaskan, kelima WNA Tiongkok tersebut diduga melanggar pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana paling banyak 500 juta rupiah. Selain memeriksa para pekerja asal China itu, pihaknya juga memeriksa dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut diamankan pihak TNI AU di Halim Perdanakusuma.

“Keduanya sejauh ini sebagai saksi, satu driver dan satu lagi penerjemah,” tuturnya.

Sebelumnya, Tim Patroli TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, mengamankan tujuh orang pekerja proyek kereta cepat di tepi jalan tol ruas Halim Km 3,2 pada Selasa (26/4/2016) sekitar pukul 09.45. Dari tujuh orang itu, lima orang diketahui warga negara asing. Sementara itu, dua lainnya adalah warga negara Indonesia.

Ketujuh orang tersebut tengah melakukan pengeboran, mengambil sampel untuk pembangunan angkutan massal yang melintasi kawasan Halim di sekitar pinggir Jalan Tol Cikampek. Dari kelima orang tersebut, satu orang memiliki visa kunjungan sosial dan budaya. Empat orang lainnya memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). (eki)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *