Lion Air Laporkan Sanksi Kemenhub ke Bareskrim

JAKARTA — Sanksi Kementerian Perhubungan kepada Lion Air atas peristiwa kesalahan prosedur penurunan penumpang berbuntut panjang. Lion yang tidak terima dengan hukuman itu melaporkan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo ke Bareskrim Polri pada 18 Mei 2016. Selain itu Lion juga mengajukan surat keberatan kepada Kemenhub.

Dua sanksi dari Kemenhub, yaitu pembekuan izin operasi ground handling dan larangan pengembangan rute baru, tidak logis. Kesalahan perseorangan tidak bisa serta-merta dijadikan alat untuk menghukum institusi. Seperti diberitakan, Kemenhub menjatuhkan saksi pembekuan layanan ground handling Lion Air di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Hukuman ini sebagai akibat kesalahan prosedur penurunan penumpang pesawat JT 161 dari Singapura di terminal domestik Bandara Soekarno-Hatta, 10 Mei 2016. Buntut dari sanksi pembekuan perizinan rute baru hingga enam bulan k e depan, maskapai penerbangan Lion Air memutuskan menunda penerbangan selama sebulan untuk 93 rute domestik dan dua internasional.

Adapun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan telah mengabulkan izin penundaan terbang tersebut. Direktur Angkutan Udara Kemenhub Maryati Karma mengungkapkan, penghentian sementara operasi mencakup 217 frekuensi penerbangan. Terhadap calon penumpang yang telah mempunyai tiket, Kemenhub menginstruksikan agar Lion mengalihkannya ke maskapai lain pada rute sama tanpa biaya tambahan.

”Apabila tidak dilaksanakan hingga batas waktu (18 Juni 2016), kapasitas pada rute dan frekuensi yang tidak dilayani tersebut akan dicabut,” ujar Maryati dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta pusat, Kamis, 19 Mei 2016.

Nantinya, sambung Maryati, dalam kurun waktu itu pula, Lion Air diberi kesempatan mengevaluasi internal perusahaan sehingga pelayanan bisa ditingkatkan.

“Kementerian Perhubungan mengharapkan perbaikan manajemen operasi sehingga kita juga memberikan pembinaan teknis dan penumpang dapat menikmati penerbangan dengan baik dan nyaman,” katanya.

Sementara itu Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menjelaskan, penghentian sementara penerbangan semata-mata karena pertimbangan pasar. ”Jadi jangan diartikan karena kami mendapatkan sanksi, tetapi memang memasuki masa-masa sepi (low season) menjelang Ramadan,” ujarnya.

Direktur Operasi Lion Air Daniel Putut menambahkan rute-rute yang terkena penundaan antara lain Jakarta- Makassar dan Jakarta-Kualanamu. Adapun untuk rute internasional Jakarta-Singapura dan Kualanamu-Penang. (wan)