Mantan Anggota Dewan Batam AA Sani Diperiksa Kasus Bansos

TANJUNGPINANG — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri terus menelusuri aliran penyelewengan dana dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) dan hibah Kota Batam tahun anggaran 2011-2012 senilai Rp66,5 miliar. Rabu (20/4/2016), tim penyidik memeriksa secara intensif mantan anggota DPRD Batam Asrul Askan (AA) Sani dan mantan Kabag Umum Pemko Batam Dasrul Azwir.

Sebelumnya Kepala Kejati Kepri Andar Perdana di media harian lokal mengatakan, sudah ada tersangka dalam kasus dugaan korupsi bansos Batam. Mantan Wakil Ketua III DPRD Batam yang juga mantan Ketua PS Batam Aris Hardy Halim disebut sebagai salah satu tersangka.

Kasi Penyidikan Asisten Pidana Khusus Kejati Kepri Zainur mengungkapkan, AA Sani dan Azwir diperiksa sebagai saksi. AA Sani diperiksa selaku mantan Wakil Ketua Persatuan Sepakbola (PS) Batam yang menerima aliran dana bansos tahun 2011 sebesar Rp500 juta bersama Ketua PS Batam Aris Hardy Halim. Sedangkan Azwir diperiksa sebagai mantan Kabag Umum Pemko Batam tahun 2011, pihak pertama yang menerima ratusan proposal warga, organisasi, dan ormas yang mengajukan bansos ke Pemko Batam untuk kemudian disalurkan ke SKPD terkait.

“Seluruh SKPD terkait sudah diperiksa. Hasilnya lalu diklarifikasi kepada para penerima dana bansos, mulai dari organisasi semi pemerintah, Korpri, organisasi olahraga, organisasi istri DPRD Batam, dan guru TPQ (Taman Pendidikan Quran),” ujarnya.

Sebelumnya Kejati Kepri juga memeriksa ribuan guru TPQ di Kota Batam untuk menelusuri dugaan penyimpangan dana bansos. Disinyalir ribuan guru TPQ itu menerima insentif yang berasal dari dana bansos lebih sedikit dari yang seharusnya mereka terima.