loading...
Mantan Anggota DPRD Kepri Divonis Penjara 5 Tahun | We Give The Real Solutions

Mantan Anggota DPRD Kepri Divonis Penjara 5 Tahun

TANJUNGPINANG РMantan anggota DPRD Provinsi Kepri Abdul Azis diganjar penjara 5 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungpinang dalam kasus korupsi dana bansos APBD Kepri tahun 2012 senilai Rp1,3 miliar. Ia juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp816 juta. Jika tidak, politisi Partai Demokrat itu harus menggantinya dengan hukuman penjara selama 2,5 tahun.

Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Dame Parulian, didampingi anggota Jonni Gultom dan M. Fatan Riyadhi dalam sidang yang berlangsung Rabu (27/1/2016) malam. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, menyalahgunakan kewenangannya untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain. Kedua terdakwa melanggar dakwaan subsider, Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto pasal 55 KUHP.

“Atas perbuatan terdakwa Abdul Aziz, kami Majelis Hakim memutuskan hukuman selama 5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara,” ujar Dame.

Abdul Azis tidak sendiri terseret dalam kasus itu. Terdakwa lainnya, Obos Bastaman, Ketua Koperasi Padjajaran dan UKM Tahu Tempe Kota Batam yang dibantunya juga dinyatakan bersalah dan diganjar dengan vonis penjara 3,5 tahun. Majelis hakim juga mewajibkan untuk membayar denda Rp50 juta, subsider 3 bulan penjara dan mengembalikan uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp487 juta. Jika tidak, maka diganti dengan kurungan penjara selama 2 tahun.

Seorang terdakwa lagi dalam kasus ini adalah Bima Ilham Bastaman, anak kandung Obos Bastaman. Jaksa Penuntut Umum menuntut pengurus dan pelaksana proyek pembangunan gedung TK dan Masjid Baitul Razzaq di Kota Batam ini dengan pidana penjara 4 tahun 6 bulan dalam sidang pada Rabu (20/1/2016). Bima dianggap terlibat dalam kasus ini, karena membantu terdakwa lain, Obos Bastaman yang disidang terpisah.

Kasus korupsi dana bansos ini berawal saat Obos Bastaman bersama Bima dibantu anggota DPRD Kepri Abdul Aziz mengajukan proposal bantuan dana bansos untuk pembangunan TK dan Masjid Baitul Razzaq di Batam. Awalnya proposal diajukan atas nama Koperasi Padjajaran Batam, namun Dinas UKM Kepri menyarankan agar proposal diajukan atas nama masing-masing 22 pengusaha tahu tempe di Batam.

Obos dibantu anaknya Bima lalu mengajukan ulang 22 proposal atas nama pedagang tahu tempe di bawah naungan Koperasi Padjajaran Batam. Mereka juga mengajukan proposal pembangunan gedung TK dan Masjid Baitul Razzag yang merupakan proyek fiktif. Proposal ini disetujui setelah adanya campur tangan Penasehat Koperasi Abdul Aziz yang saat itu berstatus sebagai anggota DPRD Kepri. Pemprov Kepri mengucurkan Rp1,5 miliar, terdiri dari Rp700 juta untuk UKM tahu tempe, Rp400 juta untuk pembangunan masjid, dan Rp400 juta untuk pembangunan TK Baitur Razzaq. Kenyataannya, dana itu tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Abdul Azis kemudian ditangkap jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri pada Jumat, 29 Mei 2015. Saat itu ia sedang bersantai dengan dua temannya, seorang pria dan seorang wanita di Hotel Sky View Batam.