loading...
Markus Lolita Bantah Kenal Setelah Dipertemukan Jaksa | We Give The Real Solutions

Markus Lolita Bantah Kenal Setelah Dipertemukan Jaksa

TANJUNGPINANG — Lolita alias Lo, tersangka makelar kasus (markus) yang ditangkap di Pengadilan Negeri Tanjungpinang pada 20 Oktober lalu akhirnya menganulir pernyataannya setelah dipertemukan dengan Jaksa Ricky Setiawan. Ia membantah kenal dengan Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tersebut.

Pernyataan Lo itu disampaikan Ricky Setiawan usai dipertemukan dengan Lo dan menjalani pemeriksaan oleh Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Kepri, Selasa (3/1/2015).

“Saya sudah bertemu Lolita di pemeriksaan, ia bersumpah tak ada memberikan pernyataan ke media terkait pemberian suap kepada jaksa untuk meringankan hukuman terdakwa narkoba Edi alias Apeng,” ujarnya.

Padahal sebelumnya Lo mengaku telah menyerahkan Rp20 juta dari Rp55 juta kepada jaksa untuk meringankan hukuman terdakwa Edi Hermawan alias Apeng dan Ani Lai alias Ani. Penyerahan uang itu dilakukan dua kali, secara tunai Rp10 juta yang diserahkan di rumah makan ikan bakar pada Agustus 2015 dan ditransfer Rp10 juta ke nomor rekening yang diberikan jaksa, atas nama Sri Dwi Haryani. Sisanya, Rp30 juta akan diserahkan setelah vonis.

“Sebenarnya jaksanya minta Rp55 juta, tapi orangtua Edi hanya sanggup Rp50 juta. Demi Allah duit itu sudah saya serahkan Rp20 juta dari Rp55 juta yang diminta,” ujar Lo dalam pemeriksaan di Satreskrim Polresta Tanjungpinang, Kamis (22/10/2015).

Ricky menjelaskan, munculnya markus ini bermula saat Ricky hadir di persidangan kasus narkoba, 20 Oktober lalu. Saat itu ia sedang mengantre jadwal sidang dan duduk di kursi pengunjung.

Tiba-tiba ia didekati Ani, terdakwa yang akan menjalani sidang. Ani yang duduk di sebelah kanannya mengaku takut dihukum berat setelah mendengar terdakwa lain, yakni Edi alias Apeng divonis 20 tahun penjara.

Ani juga mengaku sudah memberikan sejumlah uang kepada Lo, sama seperti Edi untuk diberikan kepada jaksa agar hukumannya diperingan. “Ketika saya bilang tak kenal dengan Lolita, Ani langsung menangis. Ia meminta uangnya dikembalikan,” cerita Ricky.

Ricky lantas menyarankan agar Ani melaporkan Lolita ke polisi. Lalu saat sidang Ani digelar, Ani langsung menunjuk Lo sebagai penipu.

“Saya langsung mengejar dan menarik tangan wanita berkacamata itu,” katanya.

Saat ditanya, Lo langsung mengakui perbuatannya hingga akhirnya ditangkap polisi.

“Kalau saya kenal Lolita, bagaimana mungkin ia ditangkap di depan orang ramai. Tidak logis. Itu sama saja saya membuka aib sendiri,” katanya.

Ricky juga membantah meminta uang agar ditransfer ke rekening istrinya. Uang itu justru mengalir ke rekening pria berinisial Bo, pacar Lolita

“Lolita meminta korban untuk segera transfer ke Bank Mandiri atas nama Dewi Susanti itu tidak benar. Padahal nama istri saya bukan itu,” ungkap Ricky.

Sementara dalam sidang di PN Tanjungpinang, Selasa (3/11), jaksa menuntut Ani Lai, terdakwa kasus kepemilikan 4,92 gram sabu dengan tuntutan lima tahun penjara. Ani dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ani ditangkap polisi di depan gerbang Kolam Hanaria, Jalan WR Supratman pada 7 Juli lalu, sekitar pukul 02.00. Polisi tak menemukan barang bukti. Tapi saat rumahnya di Jalan Sukaramai Kampung Pinang, Kecamatan Tanjungpinang Timur digeledah, ditemukan satu paket sabu seberat 4,92 gram. Barang haram itu tersimpan di kantong celana Ana yang tergantung di kamar. Kemudian ada 4 paket kecil sabu dibungkus plastik transparan yang disimpan di dalam kaleng permen. Ani mengaku membelinya dari Ade yang kini buron seharga Rp2 juta.

Sedangkan Edi alias Apeng divonis majelis hakim dengan hukuman sembilan tahun penjara. Dalam perkara ini, Lolita akan dilaporkan oleh pihak keluarga Edi, karena sebelumnya menjanjikan kalau Edi hanya dituntut dan divonis dua tahun.