Meski Dilarang, Oknum Guru Tetap Buka Les

BATAM – Larangan Wali Kota Batam Muhammad Rudi agar guru tidak membuka les dan memungut uang kepada siswa tidak digubris. Sejumlah oknum guru di salah satu SDN di Tanjungpiayu, Seibeduk tetap membuka les untuk siswa dengan biaya yang telah ditentukan guru.

Les itu diselenggarakan menjelang siswa masuk sekolah dengan waktu rata-rata satu jam. Tempat les di rumah oknum guru yang tinggal di bawah sekolah yang berlokasi di Seipancur, Tanjungpiayu. Bagi siswa yang ikut les dikenakan biaya Rp80 ribu per bulan.

“Les ini sudah dimulai sekitar tiga bulan lalu dan sampai sekarang masih berlangsung,” ungkap Iwan, salah satu orangtua siswa, Rabu 15 November 2017.

Iwan mengaku keberatan dengan adanya les tersebut. Sebab biaya sekolah tingkat SD yang selama ini digembar-gemborkan gratis, ternyata masih membuka ruang terjadinya pungutan liar (pungli).

Pengajaran guru kepada siswa juga menjadi kurang maksimal. Bahkan kesannya guru saat mengajar di kelas lebih memprioritaskan siswa yang ikut les.

Nilai siswa di ujian kadang terdongkrak dengan ikut les. Tapi bukannya murni dari hasil belajar siswa, namun karena adanya kisi-kisi soal dari guru sekolah yang membuka les.

“Kalau yang tak ikut les, mana tahu soal yang akan diujikan. Wajar jika yang ikut les kemudian nilainya bagus, karena guru sudah membocorkan lebih dulu soal yang akan diujikan,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi melarang kepala sekolah dan guru untuk tidak membuat kebijakan yang bertujuan memungut uang dari siswa. Salah satunya dengan membuka les.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Batam Jeffridin menilai pungutan yang dilakukan guru kepada siswa yang ikut les masuk kategori pungli. Guru yang membuka les juga dianggap telah gagal mengajar. (R03)