Muhaimin Iskandar Jalani Pemeriksaan KPK

JAKARTA – Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria yang akrab disapa Cak Imin ini akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dan dugaan pemerasan di Direktorat Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kemenakertrans.

“Saya diundang untuk menjadi saksi Pak Jamal. Dulu Dirjen ketika saya jadi meteri‬,” ujar Muhaimin di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Dalam kasus ini, KPK menjerat mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemenakertrans Jamaluddin Malik sebagai tersangka.

Jamaluddin diduga melakukan pemerasan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara melawan hukum, memaksa seseorang memberikan sesuatu, atau menerima bayaran terkait kegiatan tahun anggaran 2013-2014 dan dana tugas pembantuan tahun anggaran 2014.

Cak Imin tiba di Gedung KPK sekira pukul 09.33. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini enggan memberi komentar banyak terkait pemeriksaannya hari itu.

Begitu juga ketika ditanya soal dugaan pemerasan yang diduga dilakukan mantan anak buahnya tersebut.

“Saya enggak tahu (soal pemerasan),” ucap Cak Imin yang memilih langsung masuk ke Gedung KPK.

Seperti diketahui, Jamaluddin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan saat dirinya menjabat Dirjen P2KT.

Jamaluddin sudah ditahan KPK. Dia disangka melanggar Pasal 12 huruf e dan f, Pasal 23 junto Pasal 421 junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Seharusnya Cak Imim menjalani pemeriksaan pada Jumat 23 Oktober lalu. Namun dirinya tidak dapat memenuhi panggilan penyidik karena sakit.