Nakhoda Kapal Asing Dipenjara 2 Tahun dan Denda Rp2 Miliar

TANJUNGPINANG – Sutekno (43), warga negara Indonesia yang menjadi nakhoda kapal asing KM PKFA 8482 yang mencuri ikan di perairan Indonesia dihukum penjara 2 tahun dan denda Rp2 miliar dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (21/4/2016).

Majelis Hakim menilai Sutekno membawa kapal asing memasuki perairan Indonesia tanpa izin dan mencuri ikan menggunakan pukat harimau (trawl).

“Apabila dalam waktu satu bulan tidak dapat membayar denda, maka diganti dengan hukuman penjara selama tiga bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim Afrizal didampingi hakim anggota Thomas Watson Kaliat dan Syafriyulis.

Atas putusan ini, Sutekno yang tidak didampingi penasehat hukum menyatakan menerima. Putusan ini lebih ringan 1 tahun dan 3 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arie Prasetya.

Pada sidang sebelumnya, JPU memaparkan bahwa KM PKFA 8482 yang dinakhodai Sutekno ditangkap di wilayah teritorial Indonesia di sekitar Selat Malaka pada Jumat, 10 Februari 2016 sekira pukul 06.30 WIB. Sutekno awalnya berlayar dari Pelabuhan Perak Malaysia dengan tujuan lokasi penangkapan ikan di perairan laut teritorial Indonesia.

Kapal yang melanggar izin masuk itu menggunakan alat tangkap pukat harimau sepanjang 19 meter, tali panjang 120 meter yang diberi papan pembuka mulut jaring. Pukat itu dipasang pada tiang ring pada kedua sisi kapal. Penurunan jaring dilakukan pada malam hari, sebanyak 2 sampai 3 kali.