Oknum Guru SD di Seibeduk Akhirnya Berhentikan Program Les

BATAM — Setelah sempat berlangsung beberapa bulan, oknum guru di salah satu SD Negeri di Seibeduk akhirnya memberhentikan program les. Pemberhentian dilakukan melalui pemberitahuan kepada siswa bahwa tidak ada lagi les di sekolah yang ada di kawasan Perumahan Seipancur, Kelurahan Tanjungpiayu tersebut.

“Kemarin ada pemberitahuan dari guru bahwa sekarang les ditiadakan. Tidak tahu ini hanya untuk sementara atau seterusnya. Kami akan tetap pantau,” kata salah satu orangtua siswa, Iwan kepada media ini, Kamis 16 November 2017.

Sebelumnya diberitakan masih berlangsungnya program les yang dilakukan beberapa oknum guru di SDN ini. Padahal sudah ada larangan dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi agar guru tidak membuka les dan memungut uang kepada siswa.

Les itu diselenggarakan setiap Senin sampai Kamis, menjelang siswa masuk sekolah dengan waktu rata-rata satu jam. Tempat les di rumah oknum guru yang tinggal di bawah sekolah dengan biaya Rp80 ribu per siswa per bulan.

Sejumlah orangtua siswa merasa keberatan dengan adanya les tersebut. Sebab biaya sekolah tingkat SD Negeri yang selama ini digembar-gemborkan gratis, ternyata masih membuka ruang terjadinya pungutan liar (pungli).

Pengajaran guru kepada siswa juga menjadi kurang maksimal. Bahkan kesannya guru saat mengajar di kelas lebih memprioritaskan siswa yang ikut les.

Nilai siswa di ujian kadang terdongkrak dengan ikut les. Tapi bukannya murni dari hasil belajar siswa, namun karena adanya kisi-kisi soal yang diberikan guru hanya kepada siswa yang ikut les.

Sekretaris Daerah Kota Batam Jeffridin menilai pungutan yang dilakukan guru kepada siswa yang ikut les masuk kategori pungli. Guru yang membuka les juga dianggap telah gagal mengajar. (R04)