Partai Pengusung Terbelah Menentukan Cawagub Kepri

BATAM — Bursa Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kepri mulai memanas. Partai pengusung belum satu suara, mereka memiliki calon dan kriteria tersendiri terkait calon yang akan diusulkan sebagai Cawagub Kepri.

Pada Pilkada serentak 2015 tingkat Provinsi Kepri, ada lima parpol pengusung Muhammad Sani-Nurdin Basirun sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Yaitu Partai Demokrat yang memiliki 7 kursi di DPRD Kepri, Partai Gerindra 3 kursi, PKB 3 kursi, PPP 2 kursi, dan Partai Nasdem 2 kursi.

Sebagai partai pengusung utama Muhammad Sani-Nurdin Basirun pada Pilgub Kepri, Partai Demokrat merasa lebih berhak mendapatkan kursi Wagub Kepri. Kursi ini kosong setelah Nurdin Basirun ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, menggantikan Sani yang wafat pada Jumat (8/4/2016).

Sabtu (16/4/2016) hari ini, Partai Demokrat akan menggelar rapat internal pengurus DPD Partai Demokrat Kepri. Rapat yang digelar di Hotel Harmoni One, Batam Centre ini, dihadiri Sekjen Partai DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Salah satu pembahasan dalam rapat itu adalah nama yang akan diusulkan Partai Demokrat sebagai Cawagub Kepri.

Sejumlah nama kader demokrat disebut-sebut bakal diusulkan untuk mendampingi Nurdin Basirun memimpin Kepri. Di antaranya mantan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, anggota DPRD Kepri Surya Makmur Nasution, dan Ketua DPD Partai Demokrat Kepri yang juga Bupati Bintan Apri Sujadi.

Di luar Partai Demokrat, sejumlah nama juga santer beredar sebagai calon kuat Cawagub Kepri. Di antaranya adik almarhum Sani yang juga Kadispenda Kepri Isdianto, Putri Sani yang Staf Khusus Gubernur Kepri Rini Fitrianty, Ketua Tim Sukses Sani-Nurdin Ahars Sulaiman, dan mantan Sekda Kepri Suhajar Diantoro.

Dari beberapa nama itu, sejumlah pihak menilai perlu dipertimbangkan secara matang. Ahmad Dahlan contohnya, kabarnya pernah menolak dicalonkan sebagai Cawagub Kepri mendampingi Sani dari Partai Demokrat. Sedangkan Isdianto dari awal akan diplot sebagai Sekda Kepri, bersaing ketat dengan Syamsul Bahrum. Isdianto dianggap tepat menduduki posisi Sekda Kepri, agar bisa merealisasikan visi misi Sani untuk pembangunan Kepri.

“Kalau Rini, pengalaman dan kemampuannya masih minim,” ujar seorang sumber yang minta namanya tak disebutkan.

Partai pengusung lain tak ingin ditinggalkan begitu saja. Ketua DPD PPP Kepri Sarafuddin Aluan mengajak partai pengusung duduk bersama untuk menyepakati nama yang akan dimajukan sebagai Cawagub Kepri.

Mantan Ketua DPD PPP Kepri Ahars Sulaiman menegaskan bahwa Partai Demokrat tak otomatis punya otoritas tunggal untuk mengusulkan nama Cawagub Kepri sendiri. Semua partai pengusung memiliki hak yang sama.

“Okelah Demokrat punya 7 kursi di DPRD Kepri. Tapi partai pengusung lain, kalau bergabung ada 10 kursi DPRD. Kalau hanya berdasarkan jumlah kursi, gabungan partai pengusung selain Demokrat, tentunya yang lebih berhak untuk mengusung Cawagub Kepri. Artinya, kursi Cawagub Kepri tak otomatis jatah Demokrat,” katanya, Jumat (15/4/2016).

Sementara Nurdin Basirun mengaku siap berpasangan dengan siapa saja, baik dari partai maupun non-partai. Ia tidak akan menolak dan siap bekerja sama, jika nantinya partai pengusung mengajukan usulan nama calon yang akan mendampinginya.

“Dengan siapa saja saya siap, tak masalah,” katanya, usai membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kepri VI di Dataran Engku Putri Batam Centre, Kamis (14/4/2016).