loading...
Pelatihan di Disnaker Batam Hanya Hamburkan Anggaran | We Give The Real Solutions

Pelatihan di Disnaker Batam Hanya Hamburkan Anggaran

BATAM– Pengangguran menjadi persoalan serius di Batam, seiring masih melemahnya pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada gulung tikarnya sejumlah perusahaan. Angka pengangguran melonjak drastis, karena banyak karyawan yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama di perusahaan-perusahaan galangan kapal atau shipyard.

Sayangnya, upaya Pemko Batam untuk mengatasi persoalan pengangguran tersebut, terkesan baru sebatas formalitas belaka. Program pelatihan yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dengan anggaran yang cukup fantastis misalnya, disangsikan mampu mengurangi tingkat pengangguran di Batam.

“Pelatihan serupa juga dilaksanakan pada tahun 2017. Namun seolah tanpa pertanggung jawaban atau evaluasi, seberapa banyak peserta pelatihan mampu terserap pada lapangan pekerjaan yang ada,” kritik Andri, warga Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Sabtu 13 Januari 2018.

Tahun ini, Disnaker Batam mendapatkan anggaran mencapai Rp28 miliar. Terdiri dari belanja tidak langsung Rp6,6 miliar dan belanja langsung Rp21,4 miliar.

Andri mengingatkan Disnaker Batam agar cermat dalam menjalankan program-program kerjanya untuk pengentasan pengangguran. Baik dari peserta yang ikut pelatihan, materi yang diajarkan, lembaga pendidikan dan pelatihan yang mengelola pelatihan, sampai hasil pasca-pelatihan, apakah benar-benar sudah tepat sasaran dan pesertanya mampu terserap seluruhnya pada bidang-bidang pekerjaan terkait.

Tahun ini Disnaker Batam kembali menggelar pelatihan. Bidang pelatihan meliputi scaffolding, rigger, autocad, pelatihan dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pipe filter, welder dasar, teknik pendingin, operator mobil crane, K3, hingga HRD. Selain itu juga pelatihan Bahasa Inggris, SPG, motor roda dua, accounting level 1, akuntansi MYOB, hydroponik, tata rias kecantikan, salon, teknik komputer, security, dan menjahit garmen.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, seleksi peserta pelatihan akan digelar di SMPN 3 Batam di Sekupang pada 21 Januari mendatang. Seleksi ini perlu dilakukan karena kuota peserta pelatihan terbatas. Tahun ini Disnaker melaksanakan 21 bidang pelatihan untuk sekitar 886 pencari kerja.

Pelatihan akan mulai dijalankan pada Februari mendatang, dengan jadwal yang berbeda untuk tiap bidang. Disnaker bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan dalam kegiatan ini.

“Setelah ikut pelatihan, mereka akan dapat sertifikat yang bisa dimanfaatkan saat melamar pekerjaan,” ujarnya Rudi sebagaimana dilansir laman Humas Pemko Batam.

Selain untuk pencari kerja, Disnaker juga menganggarkan pelatihan untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja di Batam. Berbeda dengan pelatihan pencari kerja, peserta pelatihan ini diambil dari anggota asosiasi bidang kerja tertentu.

“Misalnya asosiasi perhotelan, lewat asosiasi itu kita ambil pesertanya. Jadi perwakilan asosiasi yang kemarin datang mengambil formulirnya,” kata Rudi.

Dia mengatakan pelatihan untuk peningkatan kompetensi pekerja ini dilakukan bagi 1.301 peserta yang tersebar di 24 bidang keahlian. Antara lain welding, AK3 umum, pengawas scaffolding, autocad, K3 migas, bartender, barista, food and beverage perhotelan, Bahasa Inggris level lanjutan, diving open water course, transportasi wisata, jurnalis, serta HRD supervisor. (R03)