Pelayanan di Puskesmas Seipancur Kurang Memadai, Pasien Akhirnya Meninggal

BATAM — Warga Perumahan Seipancur Blok K Kelurahan Tanjungpiayu, Aleng, akhirnya meninggal. Pasien gagal ginjal ini awalnya mengeluhkan sesak nafas pada Selasa 14 November 2017 sekitar pukul 04.00 dinihari.

Sekitar pukul 04.30, pasien dilarikan ke Puskesmas Seipancur yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya. Sampai puskesmas, pasien sempat ditangani tim medis. Petugas medis wanita itu kemudian meminta kepada keluarga dan warga untuk membawa pasien ke Rumah Sakit Camatha Sahidya (Casa Medical).

“Pihak tim medis puskesmas beralasan tak memiliki fasilitas yang lengkap. Oksigen hanya satu, itupun ada di mobil ambulance,” kata seorang warga yang ikut membawa pasien ke puskesmas menirukan jawaban tim medis.

Keluarga lalu memohon kepada pihak puskesmas untuk bisa membawa pasien ke Rumah Sakit Camatha Sahidya dengan mobil ambulance yang terparkir di depan puskesmas. Namun tim medis mengatakan bahwa penggunaan ambulance harus melalui prosedur dan harus ada keterangan dari rumah sakit yang dituju untuk menerima pasien. Proses itu memerlukan waktu minimal satu jam.

Namun karena kondisi pasien sudah sangat darurat, keluarga dan warga sekitar akhirnya membawa pasien ke Rumah Sakit Camatha Sahidya dengan kendaraan pribadi, mobil Avanza. Sampai rumah sakit, berdasarkan pemeriksaan tim medis menyatakan bahwa pasien sudah meninggal.

“Dari rumah sakit, almarhum kemudian dibawa ke rumah duka di Baloi dengan ambulance Yayasan Tionghoa,” kata warga.

Warga menyayangkan minimnya pelayanan Puskesmas Seipancur. Padahal puskesmas tersebut baru saja diresmikan pelayanannya menjadi 24 jam disertai dengan fasilitas dan perlengkapan lain, sehingga bisa melayani pasien darurat.

“Puskesmas direnovasi lebih megah dan berubah pelayanannya menjadi 24 jam. Tapi pelayanannya ke masyarakat tidak maksimal,” kata warga. (adi)