Solusi Hukum

Pemesan dan Pembuat Kapal Saling Lapor

BATAM – PT Expert Engineering selaku pembuat kapal menggugat pemesan kapal PT Marina Inti Daya Shiping ke Pengadilan Negeri (PN) Batam karena belum melunasi utangnya Rp4 miliar. Sebelumnya, Oktober 2015, PT Marina melaporkan PT Expert ke Direskrimum Polda Kepri karena tak kunjung menyerahkan kapal yang dipesan dan diklaim telah dibayar lunas.

Edward B Purba, Kuasa Hukum PT Marina mengungkapkan, kasus itu berawal saat PT Marina memesan satu set kapal Speddy Mariner dan tongkang Vigilant Mariner kepada PT Expert. Harga kedua kapal disepakati Rp16,8 miliar dengan masa pengerjaan enam bulan. Dari harga tersebut, PT Marina telah melunasi pembayaran melebihi dari harga kapal, yakni Rp20 miliar.

“Bukti pelunasannya juga ada, berita acara yang menyebutkan PT Marina telah melakukan pelunasan,” kata Edward, Senin, 6 Juni 2016.

Namun setelah pembayaran dilunasi, lanjut Edward, PT Expert tak kunjung menyerahkan kapal tersebut dengan alasan masih ada tunggakan pembayaran. Sehingga PT Marina melaporkannya ke Polda Kepri. Namun hingga kini, laporan tersebut masih jalan di tempat.

PT Expert juga melayangkan gugatan ke PN Batam. Kasus ini sempat dimediasi oleh Hakim Ketua Sarah Louis. Mediasi gagal, karena tidak ada titik temu antar kedua perusahaan dan kasus dilanjutkan ke persidangan.

“Sidang perdana digelar hari ini, tapi karena penggugat (PT Expert) tidak hadir, sidang ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan,” kata Edward.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *