Tempat Hiburan Malam Batam

Pemko Batam Diminta Tegas Tindak Tempat Hiburan Nakal

BATAM — Ketua Komisi I DPRD Batam Nyanyang Haris Pratamura meminta Pemko Batam menindak tegas tempat hiburan malam dan panti pijat yang beroperasi melanggar aturan selama Ramadan. Berdasarkan surat edaran Pemko Batam, tempat hiburan malam dan panti pijat dilarang beroperasi pada tiga hari di awal Ramadan.

Kenyataannya, ada 7 tempat hiburan malam dan panti pijat di kawasan Batuaji dan Sagulung yang mengabaikan surat edaran tersebut. Ketujuh tempat hiburan malam dan panti pijat itu tetap buka secara terang-terangan.

“Tahun lalu ada 14 tempat hiburan dan panti pijat yang melanggar aturan buka tutup selama Ramadan. Tahun ini, sepekan Ramadan, sudah ada 7 tempat hiburan malam dan panti pijat yang melanggar. Ketujuhnya juga melakukan pelanggaran yang sama tahun lalu. Harusnya Pemko Batam tegas, cabut izin usaha mereka yang nakal,” kata Nyanyang.

Perwako Nomor 21 Tahun 2010 tentang Penghormatan Hari Besar telah mengatur seluruh tempat hiburan malam untuk tutup selama 9 hari untuk menghormati datangnya bulan suci Ramadan. Formasinya 3-3-3, tiga hari di awal, tengah, dan akhir Ramadan.

Tiga hari di awal dimulai dari H-1, hari pertama, dan kedua Ramadan. Kemudian tiga hari di tengah pada hari ke-16. 17, dan 18 Ramadan. Sedangkan tiga hari di akhir dimulai dari hari terakhir Ramadan, hari pertama, dan kedua Syawal atau Idul Fitri.

Sesuai aturan, tempat hiburan malam seperti karaoke, diskotik, pub, panti pijat, dan biliar wajib tutup selama 9 hari selama Ramadan untuk menghormati muslim menjalankan ibadah puasa. Namun dalam pelaksanaan dan pengawasan di lapangan, pemerintah melempem untuk menindak pelaku usaha hiburan malam yang melanggar aturan.

“Semua tergantung ketegasan pemerintah. Karena seharusnya izin usahanya dicabut jika ada pelanggaran operasional,” kata Nyanyang. (wan)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *