Penyalahgunaan Narkoba di Kepri Capai 44 Ribu Kasus

BATAM — Kepri masuk 10 besar provinsi dengan kasus penyalahgunaan narkoba terbesar di Indonesia. Jumlahnya mencapai 44 ribu kasus atau sekitar 4,3 persen dari seluruh kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

“Rata-rata penggunanya dari kalangan usia produktif, antara 10-59 tahun. Ini salah satu alasan BNN membangun Balai Rehabilitasi di Kepri,” ungkap Deputi Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Diah Setia Utami, beberapa waktu lalu.

Sepanjang 2015, BNN Provinsi Kepri menargetkan 1.313 orang pecandu narkoba direhabilitasi. Mereka tidak hanya berasal dari Batam atau Provinsi Kepri, tapi juga dari provinsi lain di Sumatera. Pecandu adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada narkotika.

Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Kepri, Nurlis mengatakan, rata-rata pecandu narkoba dari luar Kepri merupakan rekomendasi dari BNN setempat. Balai rehabilitasi narkoba di Kepri memang diperuntukkan bagi pecandu dari luar Kepri, khususnya wilayah Sumatera yang belum memiliki tempat rehabilitasi seperti di Batam.

“Para pecandu narkoba yang direhabilitasi ada yang menjalani rawat inap, ada pula yang rawat jalan. Mereka ada yang datang dengan sukarela kesini untuk mendapatkan perawatan agar lepas dari ketergantungan narkoba,” katanya.

Kepala BNN Kepri, Kombes Pol Benny Setiawan sebelumnya mengatakan sebagian besar pecandu dari Batam dan Kepri yang direhabilitasi berasal dari kalangan masyarakat umum hasil penggerebekan tempat hiburan malam dan razia kampung narkoba di Batam oleh BNNP dan kepolisian.

Balai rehabilitasi BNN Kepri dengan layanan gratis difokuskan untuk menampung para penyalahguna narkoba di wilayah Kepri dan regional Sumatera, dengan kapasitas 200 residen (pasien) inap dalam setahun. Balai tersebut merupakan tempat rehabilitasi keempat yang dibangun BNN setelah tiga tempat lainnya di Lido – Bogor, Baddoka – Makassar, dan Tana Merah – Samarinda.

Balai rehabilitasi Kepri memiliki 51 pegawai, terdiri dari tiga dokter umum, satu dokter spesialis kejiwaan, satu dokter gigi, dan sisanya merupakan perawat, staf, serta konselor. Untuk kebutuhan dokter spesialis, sementara ini didukung oleh pihak RSUD Embung Fatimah.

Sementara itu BNN menargetkan merehabilitasi 100 ribu pemakai dan pecandu narkoba selama 2015. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, sebanyak 18 ribu pecandu narkoba direhabilitasi.