Perekrutan 825 Satpol PP Jadi Perdebatan Kandidat

BATAM¬†— Debat publik pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam menghangat saaat memasuki sesi tanya jawab antar pasangan calon. Pasangan nomor urut 1, Rudi-Amsakar Achmad (Ramah) dan nomor urut 2, Ria Saptarika-Sulistyana (Rialis) saling mempertanyakan program dan isu yang berkembang di masyarakat dalam debat yang berlangsung di Swiss-Belhotel, Harbourbay, Jumat (20/11/2015) malam.

Ramah yang mendapatkan kesempatan pertama menanyakan alokasi dana Rp100 juta per RT yang diwacanakan Rialis dalam Pilkada tahun ini. Menurut Rudi, program itu mustahil terwujud, karena akan membutuhkan sekitar Rp300 miliar untuk mengalokasikan anggaran itu kepada 3.188 RT.

Mendapat pertanyaan itu, calon Wali Kota Batam Ria Saptarika menjawab bahwa program itu mudah dilaksanakan. Caranya, melalui penerapan pajak dan pendapatan sistem online.

“Dengan sistem online akan melipatgankanan pendapatan daerah,” ujarnya.

Selanjutnya giliran pasangan Ria, calon Wakil Wali Kota Batam Sulistyana yang menanyakan kepada Ramah terkait perekrutan dan belum digajinya 825 anggota Satpol PP Kota Batam sejak awal 2015. Menjawab pertanyaan tersebut, Rudi menyatakan bahwa Wali Kota Batam Ahmad Dahlan telah menjawab tidak tahu, apalagi dirinya sebagai Wakil Wali Kota Batam. Menurutnya, sebagai Wakil Wali Kota, ia tidak memiliki kapasitas untuk membuat kebijakan perekrutan 825 anggota Satpol PP tersebut.

“Wali kota saja tidak tahu, apalagi saya sebagai wakil,” jawab Rudi.

Kemudian giliran Amsakar yang menanyakan konsep Batam Modern yang diusung Rialis, karena cenderung sama dengan konsep Batam Madani yang diusung Ramah. Menjawab pertanyaan itu, Ria memaparkan, dalam mewujudkan Batam Modern harus diselaraskan dengan Batam Madani. Batam Modern merupakan penunjang sarana dan prasarana.

Selanjutnya Ria ganti mencecar Ramah dengan pertanyaan terkait program pengadaan listrik tenaga surya bagi warga pesisir. Ria mempertanyakan solusi faktor durability solar cell, atau faktor daya tahan listrik tenaga surya, yang hingga kini masih menjadi momok dan kelemahan listrik tenaga surya.

“Bagaimana cara anda mengatasi faktor durability pada solar cell, agar warga pesisir Batam yang anda janjikan pemenuhan kebutuhan listrik di kampung mereka dapat menikmati listrik secara berkelanjutan?”, tanya Ria.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Amsakar menyatakan bahwa itu merupakan solusi, daripada tidak ada solusi.

Debat publik yang dipandu Wakil Rektor IV Universitas Putera Batam Gita Indrawan tersebut dimulai sekitar pukul 19.50 dan dibagi dalam enam segmen. Yakni segmen penyampaian visi misi, penajaman, menjawab pertanyaan moderator, saling bertanya antar pasangan calon, tanggapan atau sanggahan pasangan calon, dan closing statemen.

“Saya imbau kepada pendukung untuk mematuhi aturan, agar pasangan bisa konsentrasi menyampaikan programnya,” ujar Gita mengingatkan para pendukung pasangan calon yang memadati ruang debat publik.

Sesuai nomor urut, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam nomor urut 1, Ramah mendapat kesempatan pertama menyampaikan visi misi. Kemudian dilanjutkan penyampaian visi misi pasangan calon nomor urut 2, Rialis. Baik Ramah maupun Rialis sama-sama kehabisan waktu dalam segmen pertama itu, sehingga visi misi tak bisa disampaikan secara utuh.

Segmen kedua, Ramah menajamkan visi misinya dengan menjanjikan akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) melalui pelatihan dan pendidikan. Kemudian memberikan kesempatan kepada pelaku usaha agar mampu bersaing secara kompetitif dalam menghadapi tantangan global.

“Ini sesuai dengan program Ramah kami,” ujar Amsakar.

Sementara Rialis memaparkan visi Batam Modern yang mereka usung. Ria menegaskan tidak mau mengada-ada dengan membuat hal baru. Rialis akan mengembalikan Batam sebagaimana konsep awalnya, yaitu Batam yang dijadikan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan industri untuk mampu bersaing dengan kompetitor global.

Makna modern yang diusung oleh Rialis adalah memodernisasi tata kelola pemerintahan, membuat layanan publik dan fasilitas publik yang lebih manusiawi, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. RiaLis juga akan merancang sistem pemerintahan yang transparan, mudah diakses, dan ada kepastian hukum, sehingga tidak ada lagi cerita pungutan liar di Batam.

“Karenanya Rialis memandang perlu untuk menyalurkan dana bantuan berupa hibah sebesar Rp100 juta per RT untuk pembangunan fasilitas publik bagi warga Batam di lingkungannya. Semua kami rangkum dalam Batam Modern,” kata Ria.

Di segmen ketiga, moderator menanyakan tujuh pertanyaan berbeda terkait keamanan, kemiskinan, pendidikan, kependudukan dan ketenagakerjaan, transportasi publik dan infrastruktur kota, tata kota dan kelestarian lingkungan, serta kebijakan FTZ dan birokrasi.

Terkait kriminalitas, Ria berpendapat bahwa kriminalitas dapat dicegah dengan menciptakan lapangan kerja serta memberdayakan siskamling dan hansip dalam mengawasi lingkungan. Sedangkan Rudi akan mendatangkan investor dalam memberikan kepastian lapangan kerja di Batam serta meningkatkan koordinasi dengan pekerja dan pengusaha, sehingga penetapan UMK tidak menjadi persoalan setiap tahun. Amsakar menambahkan untuk menekan inflasi agar daya beli masyarakat tidak turun dan upah layak harus berdasarkan kebutuhan hidup layak.

Kemudian terkait kemiskinan, Ria berencana untuk mendirikan BUMD di Batam, perlakuan khusus pemerintah pusat karena letak Batam yang strategis, dan menggalakkan koperasi pekerja. Sedangkan Rudi akan memberikan sembako murah kepada masyarakat, menghidupkan usaha kecil, menghibahkan uang kepada masyarakat miskin setiap tahun, dan menyeleksi ketat pendatang, kecuali yang memiliki keahlian.

Di sektor pendidikan Ria akan memberikan standar sekolah dalam bentuk kompetensi dasar sekolah, pengawasan dan evaluasi standar tersebut oleh Dinas Pendidikan, dan melengkapi sarana pendidikan. Sedangkan Amsakar akan fokus pada pembangunan manusia dengan mempertegas nilai-nilai kebangsaan melalui muatan lokal dan penambahan kurikulum.

Di sektor kependudukan dan ketenagakerjaan, Ria memprogramkan razia penduduk yang tidak memiliki identitas dan mendorong BKKBN untuk memberikan pemahaman tentang keluarga berencana agar dapat menekan pertumbuhan penduduk. Sedangkan Amsakar akan mendirikan balai latihan kerja sebagai wadah mempersiapkan tenaga kerja berdaya saing internasional.

Di sektor transportasi publik dan infrastruktur kota, Ria akan membangun MRT dan flyover untuk mengatasi kemacetan serta menyediakan transportasi publik yang terjangkau. Sedangkan Amsakar akan memperjuangkan air bersih dan listrik di hinterland, menyesuaikan kapasitas waduk dengan jumlah penduduk Batam.

Di sektor tata kota dan kelestarian lingkungan, Sulistyana akan berkoordinasi dengan BP Batam untuk menyediakan rumah murah, melengkapi sarana dan prasarana rumah susun untuk kemudian ditawarkan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di rumah liar. Sedangkan Rudi akan mengelola persampahan di Batam, memaksimalkan fungsi dan menambah insentif RT dan RW.

Di tengah memanasnya tensi debat dan suasana menjelang perhelatan Pilkada, Ramah dan Rialis masih mampu menunjukkan kemesraan dan suasana teduh. Kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam itu saling berangkulan saat menyanyikan lagu Padamu Negeri, menandai berakhirnya debat kandidat.

Ketua KPU Batam Agus Setiawan mengatakan, debat publik digelar sebagai salah satu tahapan pilkada untuk menyosialisasikan visi dan misi kedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota kepada masyarakat. Debat tersebut bisa dimanfaatkan masing-masing pasangan calon untuk menjabarkan visi misi serta program kerja mereka. Ia berpesan agar masyarakat mencatat visi misi dan program yang dijanjikan pasangan calon tersebut untuk nantinya ditagih setelah mereka terpilih.

“Kelak, ketika sudah terpilih, hal itu bisa ditagih oleh masyarakat. Rakyatlat yang berdaulat,” ujarnya.

Debat berlangsung selama 90 menit. Dimana KPU Batam mengundang masing-masing tim pemenangan dibatasi membawa anggotanya sebanyak 150 orang.

“Kita batasi karena keterbatasan ruangan serta mencegah hal yang tidak diinginkan,” terang Agus.