????????????????????????????????????

Pimpinan Lagoon Resort Belum Penuhi Panggilan Polisi

BINTAN – Pimpinan manajemen Hotel Bintan Lagoon Resort belum memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa terkait kasus tewasnya turis asal Korea Selatan, Kim Hongseok (18) dalam kecelakaan laut di wahana permainan Banana Boat di Hotel Bintan Lagoon Resort, Sabtu (9/1/2015) lalu. Rencananya pimpinan Hotel Bintan Lagoon Resort akan datang ke Mapolres Bintan, Selasa (19/1/2015) setelah gagal dihadirkan sehari sebelumnya, namun sampai Rabu (20/1/2015) belum ada kabar lanjutan.

Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bintan sepertinya masih kesulitan untuk mendapatkan keterangan dari Pimpinan Hotel Bintan Lagoon Resort tersebut. Sebelumnya Kapolres Bintan AKBP C Wisnu Adji Pamungkas melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Iptu Awal Harahap mengatakan, pihaknya sudah meminta datang pucuk pimpinan Hotel Bintan Lagoon Resort untuk memberikan keterangan. Namun yang datang justru Kepala Satpam (Chief Security) Hotel Bintan Lagoon Resort Muridan beserta Kepala Operasional Dewa yang mengaku mewakili pimpinan. Penyidik akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap keduanya sekitar empat jam, Senin (18/1/2015).

“Surat pemanggilan yang kita layangkan Sabtu lalu ditujukan kepada pimpinan utama Bintan Lagoon. Namun karena yang datang Muridan serta Dewa, kita pun juga memeriksa mereka. Sementara itu pimpinan Bintan Lagoon mengabari kami akan datang ke Mapolres Selasa (19/1/2015) ini,” kata Awal.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mempelajari kerja sama (MoU) antara pihak Bintan Lagoon Resort dan CV Alam Laut Indah. Pihak Bintan Lagoon Resort telah memutus kontrak CV Alam Laut Indah sebagai pengelola wahana permainan air di kawasan itu, sehari setelah kejadian tewasnya Kim Hongseok. Hal tersebut menjadi tanda tanya bagi pihak kepolisian. Apa dan seperti apa isi MoU itu, akan diketahui setelah ada penjelasan dari pimpinan Bintan Lagoon, setelah Sat Reskrim menetapkan Udin, pemandu banana boat CV Alam Laut Indah sebagai tersangka.

Kim Hongseok tewas dalam kecelakaan permainan banana boat di Bintan Lagoon. Remaja kelahiran 14 Juli 1997 itu datang ke Lagoi bersama keluarganya pada Jumat (8/1/2016). Ia tewas setelah dihantam baling-baling sebuah boat dalam permainan air tersebut.

Kejadian bermula saat Hongseok dan Jiwon, turis Korea lainnya sedang menikmati wisata air dengan banana boat. Tiba-tiba, keduanya jatuh dari banana boat.

Udin dan Amatus membawa boat menghampiri dua turis yang terjatuh itu, bermaksud untuk menolong. Diduga karena terlalu kencang, boat oleng dan membuat Udin dan Amatus terjatuh ke laut. Tanpa kemudi, boat berputar-putar dalam posisi kencang dan baling-balingnya menghantam dua turis Korea itu.

Sebelumnya Ketua Kadin Tanjungpinang Bobby Jayanto meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tewasnya turis Korea Selatan, Kim Hongseok (18), karena kecelakaan laut saat bermain banana boat di Hotel Bintan Lagoon Resort. Kasus itu dinilai telah mencoreng citra pariwisata Kepri. Juga dimaksudkan agar tidak terulang kembali di masa mendatang. Apalagi, tewasnya satu turis asing akan menjadi buah bibir di luar negeri terkait lemahnya jaminan keselamatan dan keamanan saat bermain air.

“Ini mencoreng wajah pariwisata Provinsi Kepri. Semua pihak mestinya turun tangan melakukan pembenahan agar tidak terulang,” katanya.

Permainan banana boat, kata Bobby, permainan yang umum di berbagai objek pariwisata, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tetapi dengan terjadinya kecelakaan laut di Hotel Bintan Lagoon Resort ini, menunjukkan adanya prosedur yang tidak dijalankan.

“Pekerjanya harus benar-benar cakap atau terampil, ditandai dengan sertifikat atau ijazah. Peralatan dan perlengkapannya juga harus laik operasi,” imbuhnya.

Apalagi ia mendengar turis yang tewas pada permainan air itu tidak dijamin asuransi, hanya santunan dari pihak hotel saja. Juga permainan airnya dikelola oleh kontraktor pihak kedua.

“Ini lebih parah lagi, pengelolaannya diserahkan ke pihak lain. Harusnya berani membuka olahraga ekstrim, dikelola oleh pihak hotel sendiri secara profesional, dan dijaminkan ke asuransi. Kalau terjadi kecelakaan ada klaim yang diserahkan kepada pihak korban,” tegasnya.

Lagoi yang berada di sisi utara Pulau Bintan dengan total luas 23.000 hektare tersebut diresmikan sejak 1996 oleh Presiden Soeharto. Salim Group melalui BRC mendapat hak pengelolaan kawasan hingga 2066 mendatang.

Saat ini sudah beberapa tempat wisata yang dikelola investor dari sejumlah negara beroperasi di kawasan itu. Kompleks wisata terbaru adalah Bintan Lagoon yang diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla tahun lalu.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *