Mainan Anak1

Polda Kepri Belum Tetapkan Tersangka Mainan Ilegal

BATAM – Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi atas penggerebekan gudang mainan ilegal asal Tiongkok di Ruko Inti Batam Sungai Panas, Jumat (5/2/2016). Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Budi Suryanto mengatakan, pihaknya masih memeriksa saksi-saksi dan mencari konstruksi hukum untuk menjerat pelaku.

“Kami masih memerika saksi-saksi atas kasus pidana tersebut. Belum ada tersangka yang ditetapkan,” ujarnya, Kamis (11/2/2016).

Menurut Budi, proses penyelidikan kasus tersebut membutukan waktu lama untuk mencocokan antara pasal yang akan dikenakan dengan pelanggaran yang dilakukan. Petugas Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri dipimpin AKBP Berliando sudah melakukan koordinasi dengan Disperindag Kota Batam untuk mengetahui izin-izin yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Petugas juga tengah memilah-milah produk yang didatangkan langsung dari Tiongkok secara ilegal dengan produk yang didatangkan melalui Jakarta.

“Saksinya banyak. Katanya ada juga yang didatangkan dari Jakarta. Kami sedang memilah-milah untuk mengetahui kebenarannya. Barangnya juga banyak, jadi butuh waktu lama,” kata dia.

Meskipun proses hukum belum tuntas, lanjutnya, atas penggerebekan dua Ruko tiga lantai yang menjadi toko dan gudang mainan ilegal tersebut sudah memberikan efek positif. Mengingat selama ini produk mainan lokal yang berstandar kalah saing dengan produk impor ilegal yang harganya jauh lebih murah.

“Yang jelas barang-barang seperti itu (ilegal) tidak beredar lagi. Dampaknya memberikan peluang yang besar bagi produk lokal yang berstandar untuk bersaing di pasar,” kata dia.

Produk non-Standar Nasional Indonesia (SNI) itu diimpor dari Tiongkok tanpa prosedur resmi dan tidak dilengkapi dengan panduan bahasa Indonesia. Selain ilegal, pemilik juga tidak bisa menunjukkan izin perdagangan.

Penggerebekan dimulai sekitar pukul 15.30. Petugas yang datang langsung memeriksa satu-persatu barang yang ada di gudang dan toko distributor itu. Selang beberapa jam kemudian, petugas membawa sejumlah kardus berisi mainan anak-anak ke Polda Kepri. Beberapa penjaga gudang juga dibawa ke Polda untuk menjalani pemeriksaan.

“Beberapa alat bukti sudah diamankan dan seluruhnya tanpa mengunakan bahasa Indonesia,” kata Wadirkrimsus Polda Kepri AKBP Helmi Kwarta melalui sambungan telepon.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *