Polisi Amankan Kurir 3,5 Kg Sabu

BATAM — Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Barelang mengamankan tiga kurir narkoba, yakni Jo, Ek, dan Ml yang membawa 3,5 kilogram sabu, Jumat (16/10/2015).

Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin mengatakan, ketiga kurir narkoba itu ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Polisi awalnya menangkap Jo yang masuk ke Batam dari Malaysia di kawasan Seibeduk. Sedangkan Ek dan Ml diamanan lebih dahulu di wilayah Batam Centre pada 8 Oktober lalu.

“Mereka menyelundupkan barang haram itu melalui pelabuhan tikus,” kata Asep, Senin (19/10/2015).

Asep menjelaskan, sabu yang diamankan tersebut berasal dari Malaysia. Tersangka menyelipkan sabu itu ke dalam tubuh untuk mengelabui petugas pelabuhan. Meski sempat lolos, petugas akhirnya berhasil mengamankan tersangka.

“Barang-barang ini didatangkan dari Malaysia semua,” jelas Asep.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat pasal 112 jo 114 jo 115 Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara, seumur hidup, atau hukuman mati.

Penangkapan ketiga kurir narkoba ini semakin menambah panjang daftar kasus peredaran narkoba di Batam. Sebelumnya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengungkap kasus peredaran gelap narkotika yang dilakukan pasangan suami istri. Jumlah barang bukti narkotika golongan I jenis sabu seberat (bruto 101 gram). Keterangan ini terungkap dalam konferensi pers di Kantor BNNP Kepulauan Riau, Selasa (13/10/2015).

Kejadian bermula pada Kamis (8/10/2015) sekitar pukul 16.00. Tim penindakan dan pengejaran BNNP Kepri mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkotika jenis sabu di perumahan Botania Garden, Batam Centre. Atas informasi tersebut tim penindakan dan pengejaran BNNP Kepri melakukan penyelidikan secara intensif.

Setelah dilakukan pengamatan dan penggambaran terhadap kebenaran informasi tersebut, tim melakukan penangkapan terhadap seorang perempuan berinisial WD di parkiran mobil samping KFC Botania, Batam Centre. Dalam penangkapan tersebut petugas menemukan barang yang diduga narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 101 gram.

Selanjutnya tim melakukan pengembangan dan kembali melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial JN karena menjadi pengendali atas WD. WD dan JD merupakan pasangan suami istri yang baru saja menghirup udara bebas sekitar empat bulan setelah menjalani hukuman di lapas Tanjungpinang akibat kasus narkoba.

“JN dan WD ternyata mantan napi yang baru saja menjalani pidananya empat bulan lalu,” ujar Kepala BNNP Kepri Kombes Pol Benny Setiawan.

Sekira pukul 18.00 WIB petugas kembali melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap seorang lelaki berinisial NC selaku kurir di pinggir jalan depan Mustafa Plaza, Batam Centre. Petugas melakukan penggeledahan badan dan ditemukan satu buah kunci mobil Toyota Avanza BP 1207 JS.

Tim lalu bergerak cepat melakukan penggedelahan terhadap mobil tersebut yang diparkirkan NC di perumahan Cipta Regency Blok D.6 dan menemukan barang yang diduga narkotika golongan I jenis sabu seberat 618 gram dan satu buah timbangan digital.

“Atas perbuatan mereka, penyidik BNNP Kepri menerapkan pasal berlapis yaitu pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman pidana mati,” ujar Benny.